Karyawan Kementerian ESDM Jaga Kesehatan Mental Melalui Sesi Refleksi SOUL Reflection
Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kementerian ESDM bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Cinta Kasih dan SOUL Community Jabodetabek menyelenggarakan refleksi bertajuk "Buka Lembaran Baru: Temukan Pesan yang Menemukanmu".
Kegiatan ini dilatarbelakangi banyaknya kalangan profesional sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa henti sehingga memicu kelelahan mental. Kondisi ini memicu perasaan bingung dan tertekan saat menghadapi masalah hidup. Namun mereka tidak memiliki ruang atau panduan yang tepat untuk mencari jawaban maupun ketenangan di tengah tuntutan pekerjaan yang padat.
Jika dibiarkan, pengabaian terhadap kesehatan jiwa dan raga dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan kesejahteraan personal. Sisi manusiawi sering kali terabaikan ketika seseorang hanya berfokus pada penyelesaian tugas teknis, sehingga diperlukan sebuah metode untuk berhenti sejenak dan melakukan recharging secara emosional dan spiritual.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Chaerul Saleh, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026 ini, para peserta diperkenalkan dengan metode "Buku Acak" melalui buku SOUL Reflection. Metode ini bukan sekadar aktivitas membaca konvensional, melainkan sebuah sarana bagi individu untuk menemukan pesan-pesan yang relevan secara personal dengan kondisi batin mereka saat ini.
Kepala Biro OSDM Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan.
"Acara seperti ini sangat penting untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga kita," katanya.
Dia menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pengalaman tersendiri bagi seluruh peserta. Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta, tetapi juga dari kesan mendalam yang mereka rasakan.
Salah satu peserta, Dedy Afriyanto, Karyawan Biro Perencanaan ESDM, seorang staf di lingkungan Kementerian ESDM, mengungkapkan, sesi ini menjadi momen yang sangat berharga bagi dirinya.
Awalnya, dia menduga kegiatan itu hanya sekadar membaca buku bersama. Tetapi ternyata metode 'Buku Acak' ini seperti menjawab keresahan yang sedang dialami di pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
"Kegiatan ini di luar ekspektasi saya. Saya merasa jauh lebih tenang dan mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti refleksi ini," ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi "oase" di tengah kepadatan jadwal kantor. Sebab sangat jarang mereka memiliki kesempatan untuk benar-benar mendengarkan diri sendiri.
"Pesan yang saya dapatkan dari SOUL Reflection hari ini sungguh menjadi pengingat yang saya butuhkan untuk tetap menjaga keseimbangan antara tanggungjawab kerja dan kesehatan mental," ujarnya.