Kadin Jatim Optimis Kesepakatan Dagang Indonesia-Amerika Serikat Beri Dampak Positif
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur optimistis kesepakatan perdagangan resiprokal Indonesia dengan Amerika Serikat akan memberi dampak positif bagi ekonomi nasional. Khususnya di Jawa Timur.
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan, kesepakatan yang ada memberi peluang bagi pelaku usaha di Jatim.
Misalnya, Indonesia mendapat fasilitas tarif eskpor 0 persen ke Amerika untuk sejumlah komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, hingga komponen pesawat terbang.
Kemudian, sektor tekstil dan garmen, tarif nol persen diberikan melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ). "Ini peluang banget untuk teman-teman. Indonesia kan juga produksi rempah yang banyak, dan sekarang permintaan rempah meningkat di berbagai negara," kata Adik, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, kesepakatan tersebut membuka peluang pasar lebih luas bagi para pelaku usaha dalam negeri. Sebab, selama ini ekspor Indonesia dari Jatim ke Amerika Serikat lebih didominasi barang furniture sebesar 40 persen.
Selain itu, pengusaha bidang Agribisnis itu menilai pembukaan akses pasar bagi produk Amerika Serikat dengan tarif nol persen dapat membantu pemenuhan kebutuhan bahan baku industri di dalam negeri, yang dapat mendukung efisiensi produksi nasional.
Namun, ia mengatakan, agar pihak terkait menyikapi dengan cermat produk impor asal Amerika Serikat agar tidak melemahkan industri dalam negeri. Khususnya, terkait dengan keamanan produk.
Adik menegaskan, bahwa seluruh produk impor asal Amerika Serikat tetap wajib memiliki sertifikasi halal. "Kalau itu makanan minuman sampai kosmeyik harus bersertifikat halal. Mau tidak mau. Ini wajib," pungkasnya.