Jogja pun Heboh Ndak Karuan dengan Festival Durian 2018
Jogjakarta selalu heboh. Bahkan setiap saat. Setiap denyut nafas pariwisatanya. Heboh itu makin ndak karuan gempitanya manakala digelar Festival Durian 2018.
Even ini digelar di pusat kota Yogyakarta. Kehebohan terjadi saat ribuan orang tumplek blek di lokasi acara di sepanjang Jalan Margoutomo (Mangkubumi), Minggu (7/1).
Ratusan durian yang disediakan ludes dalam waktu singkat. Puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah dan Panti Asuhan Srandakan serta santri penghafal Quran dari Rumah Tahfidz Nur Hidayah tampak ikut menikmati acara makan durian sepuasnya ini bersama ribuan pengunjung lainnya.
Festival makan durian yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB itu didukung Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. "Wah, saya jam 9.30 sudah nggak kebagian. Sudah kehabisan," ujar Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta Prof Dr Edi Suandi Hamid yang menyempatkan hadir.
Saking antusiasnya masyarakat yang datang, tak sedikit yang tak kebagian durian. Festival makan durian ini juga tak hanya diikuti masyarakat setempat tapi juga sejumlah wisatawan mancanegara.
"Alhamdulillah, acara sukses. Mohon maaf untuk ribuan orang yang tidak kebagian. Tunggu saja bulan Maret. Kita gelar lagi Festival Durian ini," ungkap Taufik Ridwan penggagas acara dari Dini Advertising.
Taufik menceritakan sudah berusaha mempersiapkan festival dengan sebaik-baiknya. Termasuk penyediaan stok durian yang cukup banyak. Tapi, ternyata, yang datang sangat banyak. Para pecinta durian begitu antusias dengan festival pertama di tahun 2018 ini.
"Kami harus mengucapkan terima kasih untuk Durian Ucok Medan yang mensupport buah-buah durian untuk festival ini. Juga untuk petani-petani durian lokal sekitar Yogyakarta. Semoga pada festival Maret makin baik dan semua bisa kebagian. Tunggu Maret ya," tambah Taufik.
Festival Durian 2018 sebenarnya berlangsung Sabtu-Minggu (6-7/1). Sabtu digelar sarasehan durian yang membahas banyak aspek seputar durian. Sedang Minggunya festival dan lomba makan durian. Termasuk khusus untuk anak-anak yatim dari sejumlah panti asuhan di Yogyakarta.
Selain buah durian, pada Festival Durian 2018 juga bisa ditemui aneka produk olahan makanan berbahan durian. Salah satunya kue durian. Pada gelaran Festival Durian bulan Maret, stan-stan UKM semacam ini akan diperbanyak.
Durian sebagai buah khas Indonesia bisa dijadikan dayatarik wisata kuliner. Tak heran bila banyak daerah yang mempromosikan daerahnya lewat event festival makan durian.
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat dihubungi terpisah menyambut baik dengan banyaknya festival durian yang digelar di daerah-daerah. Ini semakin mengenalkan Indonesia tak hanya sekadar tempat wisata, tapi juga mengenalkan hasil bumi Indonesia.
"Wisata itu tak hanya tempat, tetapi ada hasil bumi seperti durian sebagai argowisata dan wisata kuliner. Durian bisa dibuat berbagai variasi kuliner dan daerah memiliki berbagai kuliner khas dari bahan durian. Ini event yang bagus untuk promosi wisata daerah setempat," ujar Arief Yahya.
(*)