Istana Minta Maaf Terjadi Keracunan, Pelaksanaan Program MBG Di Lapangan Segera Dievaluasi
Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi meminta maaf karena ada banyak kasus keracunan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permohonan maaf atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) itu karena terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah.
“Pemerintah tidak pernah mengharapkan adanya kasus tersebut. Dan bukan sesuatu kesengajaan," ucapnya," Sabtu 27 September 2025.
Prasetyo memastikan, kejadian-kejadian ini akan menjadi evaluasi bagi Badan BGN dan pihak terkait lainnya. Ia juga mengingatkan agar kejadian keracunan tidak terulang lagi.
"Tentu saja ini menjadi bahan evaluasi dan catatan kami telah berkoordinasi dengan BGN termasuk dengan pemerintah daerah," tuturnya.
Selain itu, Prasetyo juga meminta agar korban terdampak mendapat penanganan cepat. "Memastikan bahwa seluruh yang terdampak harus mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik-baiknya," imbuhnya.
Polri Melakukan Penyelidikan
Prasetyo mengesampingkan dugaan ada pihak yang sengaja menyabotase pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo, yaitu MBG. Mengingat terjadi secara masif dan pada waktu yang bersamaan.
"Bapak Kapolri memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan," ujar Pras, sapaan akrabnya.
Badan Gizi Nasional juga sudah turun dan mencabut 55 izin dapur penyelenggara MBG, karena dinilai tidak sesuai standar operasional ( SOP) yang ditentukan.
Hormati Masukan dari Berbagai Pihak
Menanggapi adanya usulan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atau pun elemen masyarakat lainnya terkait penghentian sementara program MBG, lantaran terjadinya ribuan kasus keracunan di berbagai tempat, pihak istana menghormati masukan itu dan akan dijadikan bahan evaluasi.
“Pasti tentu didengar ya, memang beberapa aspirasi dari beberapa kalangan yang minta ada evaluasi total, ada pemberhentian sementara, ada juga sambil jalan kita perbaiki, . Tapi tidak perlu menghentikan secara total,” tutur Prasetyo.
Meski ada tuntutan evaluasi dan penghentian sementara, masih menurut Prasetyo, program MBG akan tetap berlangsung. Dia memastikan, pemerintah segera mengambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi masalah keracunan.
“Tentu ini akan jadi masukan yang baik buat pemerintah. Tapi, sampai hari ini MBG akan tetap jalan, dan masalah-masalah yang terjadi segera akan diatasi, dievaluasi cari jalan keluar. Sehingga seperti kata Pak Presiden, MBG tetap utuh menjadi program yang baik,” tandasnya.
Menurut Mensesneg kasus keracunan atau isu negatif lainnya terkait dengan MBG bukanlah suatu hal yang diharapkan terjadi. Presiden Prabowo Subianto sendiri memerintahkan untuk melakukan mitigasi atas segala problem yang terjadi, serta menutup ruang terjadinya masalah-masalah baru sehingga dapat segera diatasi.
“Yang penting kita menyelamatkan program yang baik ini. Karena, program ini kan dibutuhkan oleh anak-anak kita, yang ada di masyarakat kita. Sehingga jangan sampai terjadi demoralisasi dalam program ini karena ada sesuatu yang tidak pas,” jelasnya.
KPAI Minta MBG Disetop Sementara karena Kasus Keracunan Naik
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan pemerintah untuk menghentikan sementara program makan bergizi gratis (MBG), menyusul kasus keracunan yang dialami anak-anak meningkat.
KPAI meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara program mengevaluasi MBG untuk mencegah kasus keracunan terulang kembali.
"KPAI menyoroti berbagai peristiwa keracunan makanan yang terus meningkat, kejadiannya bukan menurun ya. Satu kasus anak yang mengalami keracunan bagi KPAI sudah cukup banyak," kata Wakil Ketua KPAI, Jasra Pustra dikutip dari siaran persnya, Jumat 26 September 2025.
Pemerintah dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh program MBG. Penghentian sementara diperlukan sampai instrumen panduan dan pengawasan yang sudah dibuat BGN benar-benar di laksanakan dengan baik.
Menurut dia, kasus keracunan makanan yang dialami anak Indonesia dalam program MBG, sudah tidak bisa ditolerir lagi. Harus ada langkah tegas dari penyelenggara MBG.
Perbaiki Sistem Pelaksanaan Di Lapangan
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia dr Yoga Davera dihubungi ngopibareng.id secara terpisah menyampaikan, MBG merupakan program yang baik dan harus didukung. Program seperti ini sudah dilakukan di banyak negara. Maka kalau ada masalah harus segera dicarikan jalan keluarnya.
"Karena MBG merupakan program yang baik, saya tidak sependapat kalau dihentikan menyusul terjadinya kasus keracunan setelah menyantap makanan bergizi. Ayo kita cari bersama-sama di mana kesalahannya, kemudian kita perbaiki, jangan program MBG yang disetop," kata dr Yoga, Sabtu 27 September 2025.