IPM Bondowoso 2025 Naik, Tapi Pertumbuhan Paling Rendah di Jatim
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso pada 2025 mencapai 71,72 dan berada di posisi 31 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. IPM Bondowoso ini mengungguli Probolinggo, Pamekasan, Jember, Lumajang, Sumenep, Bangkalan, dan Sampang.
Bahkan, IPM Bondowoso 2025 mengalami pertumbuhan 0,70 persen dari IPM 2024 yang menyentuh angka 71,22. Namun begitu, pertumbuhan IPM Bondowoso sebesar 0,70 persen ini paling rendah di Jawa Timur.
Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, mengatakan, IPM Bondowoso mencapai 71,72 hasil resmi statistik BPS Jatim pada November 2025. Angka IPM ini meningkatkan dibandingkan IPM Bondowoso 2024 mencapai 71,22.
"IPM Bondowoso 2025 naik dibandingkan 2024. Tapi, yang sering dibandingkan dengan Kabupaten/kota lain itu pertumbuhan IPM. Nah, pertumbuhan IPM Bondowoso 2025 dibandingkan 2024 hanya 0,70 persen," kata Mudji Setijo, Senin 8 Desember 2025.
Pertumbuhan IPM 0,70 persen, menurut dia, menjadikan Bondowoso menduduki peringkat terbawah dari 38 kabupaten/kota di Jatim pada tahun ini.
"Jadi, bukan IPM Bondowoso paling rendah, tapi kecepatan pertumbuhan IPM-nya yang paling terendah di Jatim," terang Mudji Setijo.
Ia menjelaskan, mengukur IPM satu daerah didasarkan pada tiga komponen penting, yakni kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Komponen kesehatan diukur dari usia harapan hidup (UUH) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Semisal melakukan upaya mengurangi Angka Kematian Bayi (AKB) dengan memperhatikan asupan gizi ibu hamil dan berbagai program kesehatan lainnya,"jelasnya.
Komponen ekonomi diukur daya beli atau kemampuan rata-rata masyarakat Bondowoso memenuhi kebutuhan dasarnya.
"Ini menentukan standar hidup layak masyarakat Bondowoso," tambah Mudji Setijo.
Sedangkan komponen pendidikan, lanjut dia, diukur dua indikator. Yakni, angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
"Angka HLS Bondowoso 13,34 tahun dan angka RLS 6,54 tahun. Semakin tinggi angka HLS dan RLS tentu mempengaruhi IPM Bondowoso," pungkasnya.
Advertisement