Imbas Joget Cuan MBG Viral, Badan Gizi Nasional Tutup Dapur SPPG Hendrik Irawan
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Hendrik Irawan yang viral di media sosial karena joget cuan MBG.
Kebijakan ini diambil setelah tim BGN turun langsung ke lokasi dan menemukan sejumlah masalah teknis pada fasilitas dapur tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada tata letak dapur hingga sistem pengolahan limbah. βKebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend,β ujarnya dikutip Sabtu 28 Maret 2026.
Pemilik Satuan PelayananPe Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Hendrik Irawan, Membenarkan dapur SPPG miliknya ditutup.dia mengklarivikasi penutupan ini tidak ada kaitanbya aksi joget-joget di dapur SPPG yang menjadi kontroversi.
Ia mengatakan jika dalam inspeksi mendadak (sidak) BGN, terungkap bahwa dapurnya belum menyediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sehingga infrastruktur SPPG yang dimilikinya dianggap belum sesuai petunjuk teknis (juknis) dari BGN. "Betul, kemarin kami disidak BGN dan untuk sementara operasional dapur dihentikan. Memang kami akui IPAL belum ada, sekarang sedang dibenahi," kata Hendrik dikutip Sabtu 28 Maret 2026.
Hendrik mengaku belum tahu berapa lamanya dapurnya ditutup. Ia hanya mengungkap bahwa penutupan tersebut berdampak pada 150 relawan yang tidak dapat kembali bekerja.
"Anak-anak menunggu, kasihan sebetulnya kalau ditutup terlalu lama. Kemudian ada 150-an relawan yang terdampak, sekarang mereka enggak bisa kerja. Tapi saya menerima semua ini, termasuk hujatan netizen," kata Hendrik.
Kata-kata Hendrik Irawan Usai SPPG Ditutup Buntut Joget Cuan MBG
Kemudian terkait dengan video jogetnya yang viral, ia mengaku sudah lama membuat video tersebut. "Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta," kata Hendrik.
Hendrik secara terbuka menyatakan permintaan maaf atas perbuatannya. Sekaligus menyatakan kesediaannya untuk menanggung konsekuensi, termasuk penutupan sementara SPPG miliknya.
"Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah," kata Hendrik.
Advertisement