Dirut Pertamina Ungkap Alasan Harga Pertamax Naik Signifikan, Bagaimana Nasib Pertalite?
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, akhirnya mengungkap alasan di balik kebijakan penyesuaian harga BBM non subsidi, khususnya untuk jenis Pertamax dan Pertamax Green.
Seperti diketahui, perbuahan tarif ini cukup signifikan. Harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Simon menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi geopolitik global serta pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional.
“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon melalui unggahan resmi di akun Instagram @pertamina, dikutip Jumat, 12 Juni 2026.
Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tetap
Di tengah riuh rendah harga BBM Pertamina terbaru untuk jenis non-subsidi, Simon menegaskan bahwa harga komoditas BBM bersubsidi sama sekali tidak mengalami perubahan.
Ia memastikan harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap berada di angka Rp6.800 per liter, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Menanggapi perkembangan saat ini terkait harga BBM, perlu kami sampaikan bahwa harga subsidi BBM, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan,” tegas Simon.
Menurut Simon, kebijakan penyesuaian harga energi ini tidak hanya terjadi di SPBU milik Pertamina, melainkan juga diikuti oleh sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar (SPBU) swasta di Indonesia. Pihaknya berjanji akan terus berkomitmen menjaga pasokan energi nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Efek Domino: BEM Jabodetabek Gelar Demo Tolak Kenaikan BBM
Kebijakan naiknya harga komoditas energi ini langsung memicu respons keras dari elemen mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek menjadwalkan aksi unjuk rasa besar-besaran hari ini, Jumat, 12 Juni 2026.
Aksi demonstrasi tersebut berpusat di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Dalam aksi ini, massa membawa sejumlah tuntutan krusial kepada pemerintah, di antaranya:
Menolak keras kenaikan harga BBM non-subsidi.
Menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.
Mendesak penguatan nilai tukar rupiah yang kian melemah.
Menuntut pembubaran atau evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).