Harga Olie dan Spare Part Kapal Naik, Gapasdap Sebut Biaya Operasional Makin Tinggi
Perang di Timur Tengah dan melemahnya nilai tukar rupiah sudah berdampak ke berbagai sektor. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah operator pelayaran. Seiring naiknya dolar, biaya operasional yang harus dikeluarkan semakin tinggi. Di sisi lain, pendapatan tetap bahkan cenderung turun.
Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberanga (Gapasdap) Banyuwangi, Nurjatim, mengatakan, perang di Timur Tengah dan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika memicu kenaikan harga spare part kapal.
"Semua harga spare part dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar, karena harganya pakai dolar, " jelasnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Manager Cabang PT. Sadena Mitra Bahari ini menyebut, beberapa spare part kapal yang harganya naik diantaranya filter oli, dan nozel injector. Dua jenis suku cadang ini yang paling sering harus diganti. Karena penggunaannya mengacu pada jumlah jam pemakaian.
"Sekitar 500-1.000 jam harus ganti," terangnya.
Untuk menyiasatinya, menurut Nurjatim, para operator kapal memilih melakukan efisiensi. Caranya, filter oli yang masih bisa dibersihkan dan layak pakai akan digunakan lagi dan tidak diganti dulu. Begitu juga pipa yang masih bisa perbaiki dengan cara dilas juga tidak diganti dengan yang baru.
Dia menegaskan, dengan naiknya harga spare part ini, membuat biaya operasional kapal semakin tinggi. Di satu sisi pendapatan relatif tetap dan bahkan cenderung menurun jika jumlah trip ideal kapal tidak tercapai.
"Pendapatan turun sedangkan biaya operasional semakin tinggi," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD Gapasdap Jawa Timur, Putu Widiana menambahkan, selain spare part, harga oli juga naik. Sebelum perang terjadi, harga olie hanya sekitar Rp4,5 juta per drum (209 liter). Ketika terjadi perang di Timur Tengah harga olie naik menjadi Rp6,7 hingga Rp6,95 juta per drum.
"Per 2 Juni 2026 harga olie sudah mencapai Rp9,330 per drum," kata Pimpinan Cabang PT. Duta Bahari Menara Line ini.
Putu Widiana menambahkan, kebutuhan olie tiap kapal berbeda-beda. Namun rata-rata setiap kapal minimal membutuhkan 2 drum olie setiap bulannya.
"Dari sisi operasional pembiayaan cost-nya naik terus, sementara tidak terdukung dengan kenaikan tarif," ujarnya.