Harga Emas Rabu 22 Oktober 2025: Produk Antam Anjlok Rp116.000 per Gram
Harga emas batangan kembali bergerak variatif pada perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025. Emas Antam tercatat mengalami penurunan signifikan dibanding perdagangan sebelumnya, sementara UBS dan Galeri24 juga menunjukkan tren serupa meski dengan besaran koreksi yang berbeda.
Berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.541.000 per gram, turun Rp116.000 dari posisi Selasa (21/10/2025) yang sempat menyentuh Rp2.657.000 per gram. Adapun emas UBS berada di Rp2.438.000 per gram, sedangkan emas Galeri24 dibanderol Rp2.429.000 per gram.
Penurunan ini menandai koreksi setelah tren bullish yang berlangsung 2–3 hari sebelumnya di pasar logam mulia.
Daftar Harga Emas Batangan Pegadaian 22 Oktober 2025
Denominasi | Galeri24 | Antam | UBS |
0,5 gram | Rp1.275.000 | Rp1.326.000 | Rp1.319.000 |
1 gram | Rp2.429.000 | Rp2.541.000 | Rp2.438.000 |
2 gram | Rp4.784.000 | Rp5.016.000 | Rp4.838.000 |
3 gram | - | Rp7.497.000 | - |
5 gram | Rp11.873.000 | Rp12.458.000 | Rp11.954.000 |
10 gram | Rp23.682.000 | Rp24.855.000 | Rp23.783.000 |
25 gram | Rp59.060.000 | Rp61.999.000 | Rp59.338.000 |
50 gram | Rp118.025.000 | Rp123.910.000 | Rp118.432.000 |
100 gram | Rp235.934.000 | Rp247.734.000 | Rp236.769.000 |
250 gram | Rp589.543.000 | Rp619.042.000 | Rp591.747.000 |
500 gram | Rp1.178.504.000 | Rp1.237.852.000 | Rp1.182.102.000 |
1.000 gram | Rp2.357.007.000 | Rp2.475.660.000 | - |
Perbandingan Harga Sebelumnya (21 Oktober 2025)
Denominasi | Galeri24 | Antam | UBS |
1 gram | Rp2.504.000 | Rp2.657.000 | Rp2.513.000 |
Pada periode itu, Antam masih mencetak rekor tertinggi sementara tahun 2025 dengan menyentuh Rp2.622.000 per gram (16 Oktober 2025). UBS tercatat di Rp2.446.000 dan Galeri24 di Rp2.405.000 per gram.
Penyebab Harga Emas Melemah
Pelemahan harga emas global dipicu oleh:
Kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia
Ketidakpastian geopolitik
Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral
Meski terkoreksi, emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang dilirik investor karena sifatnya yang stabil dalam jangka panjang.
Analis menilai harga emas masih berpotensi berada di zona kuat selama tensi geopolitik belum mereda. Namun, investor disarankan tetap memantau kebijakan bank sentral dunia karena dapat memicu volatilitas harga.