Gunung Semeru Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 700 Meter
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin, 15 Desember 2025, pagi. Berdasarkan laporan pengamatan, tinggi kolom abu letusan teramati mencapai Β±700 meter di atas puncak, atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Erupsi Gunung Semeru tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 122 detik. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, bergerak ke arah utara.
Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung dan terus dipantau oleh petugas pengamatan gunung api.
Status dan Imbauan Keselamatan
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait, antara lain:
Tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, mengingat tingginya risiko lontaran batu pijar.
Mewaspadai potensi awan panas guguran, lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan yang dapat memicu banjir lahar.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta untuk terus melakukan koordinasi guna memastikan keselamatan masyarakat di kawasan rawan bencana Gunung Semeru.
Advertisement