Genjot Kunjungan Wisata ke Banyuwangi, Injourney Siapkan Roadmap Pariwisata
InJourney bersama Angkasa Pura siap berkolaborasi mendukung pengembangan sektor pariwisata Banyuwangi sebagai destinasi wisata berkelas internasional. Upaya ini dilakukan melalui penguatan event, promosi, hingga konektivitas udara. InJourney akan roadmap strategis untuk meningkatkan kunjungan ke Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestandani, mengatakan, pihaknya telah bertemu jajaran direksi InJourney yang merupakan Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata. InJourney, kata Ipuk, berkomitmen mendukung pariwisata Banyuwangi.
“Kami optimis, dukungan besar ini akan berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi daerah,” jelas Ipuk, Senin, 3 Agustus 2026.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, telah bertemu Bupati Ipuk di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, pada akhir pekan lalu. Maya Watono didampingi Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi. Ipuk pun mengapresiasi komitmen InJourney dan Angkasa Pura.
“Dukungan untuk meningkatkan kualitas event, memperluas promosi, hingga memperkuat konektivitas udara akan menjadi modal penting agar pariwisata Banyuwangi semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," kata Ipuk.
InJourney menilai Banyuwangi memiliki modal yang lengkap sebagai destinasi kelas dunia. Diantaranya, kekayaan alam, kekayaan budaya, kuliner, hingga kualitas event yang selama ini terus dikembangkan. Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan strategi bersama untuk memperkuat daya saing pariwisata Banyuwangi.
"Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling penting, tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi engine of future economic growth bagi Banyuwangi," kata Maya.
Kekuatan utama Banyuwangi, menurutnya, terletak pada DNA pariwisatanya yang otentik. Identitas budaya yang masih terjaga, dipadukan dengan kekayaan alam, menjadi nilai yang harus dipertahankan sembari meningkatkan daya saing destinasi.
“Kita akan merancang bersama peta jalan (roadmap) strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus mendorong pemerataan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Banyuwangi,” terangnya.
Diantara langkah konkret yang akan dilakukan adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan event agar terus menjadi daya tarik internasional. Gandrung Sewu yang akan digelar di Oktober mendatang menjadi salah satu agenda yang akan mendapat dukungan.
"Event ini memiliki potensi besar menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia. Dengan pengemasan dan promosi yang lebih kuat, kami optimistis daya tariknya akan semakin besar," sambung Maya.
Selain memperkuat promosi destinasi dan event, InJourney melalui Angkasa Pura juga menaruh perhatian pada peningkatan konektivitas menuju Banyuwangi.
Direktur Utama Angkasa Pura, Mohammad Rizal Pahlevi, mengatakan, akses transportasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan pariwisata. Karena itu, pihaknya melihat peluang untuk meningkatkan konektivitas penerbangan menuju Banyuwangi melalui skema yang berkelanjutan.
"Kami melihat potensi penambahan frekuensi penerbangan ke Banyuwangi. Namun pengembangannya harus dirancang secara komprehensif, misalnya mengintegrasikan rute Banyuwangi dengan destinasi wisata lain sehingga tingkat keterisian penumpang tetap terjaga," kata Rizal.
Menurutnya, penguatan konektivitas tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari daerah, Kementerian Perhubungan, hingga maskapai.
"Ketika event bertambah kuat, destinasi semakin menarik, dan akses transportasi semakin mudah, maka ekosistem pariwisata akan tumbuh. Dampaknya bukan hanya pada jumlah wisatawan, tetapi juga terhadap ekonomi masyarakat," ujarnya.