Fikri Jufri, Pendiri Majalah Tempo Berpulang Tepat di HUT Tempo
Kabar duka datang dari dunia jurnalistik Indonesia. Fikri Jufri, salah satu pendiri Majalah Tempo, berpulang pada Kamis, 6 Maret 2025. Kepergiannya bertepatan dengan ulang tahun ke-54 Majalah Tempo, menambah kesan mendalam bagi keluarga, kolega, dan insan pers di Tanah Air.
Dikutip dari laporan tempo.co, Fikri Jufri menghembuskan napas terakhirnya di pagi hari. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Blok AA, tak jauh dari makam Ibu Republik, Fatmawati. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, dengan keluarga dan kerabat mengiringi kepergian sang jurnalis senior.
Sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah Fikri Jufri diturunkan ke liang lahat. Anaknya, Kemal Jufri, turut masuk ke liang lahat untuk membantu proses pemakaman ayahnya. Tanah merah yang masih lembap membekas di pakaian para pelayat yang hadir. Di antara mereka tampak Goenawan Mohamad, sahabat sekaligus sesama pendiri Majalah Tempo, yang duduk tak jauh dari pusara Fikri Jufri.
Dengan langkah tertatih, pria yang akrab disapa GM itu maju mendekati makam sahabatnya. Dibantu beberapa kerabat, ia berdiri di depan mikrofon untuk menyampaikan kata perpisahan. "Fikri dan saya adalah ketidakcocokan dan cocok," ucap GM dengan suara lirih, nyaris tak terdengar. Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut, disertai hembusan angin yang sesekali berembus kencang.
Fikri Jufri dikebumikan di liang lahat yang sama dengan sang istri, Annisa. Taburan bunga mawar merah dan putih menghiasi pusara mereka, mengiringi peristirahatan terakhirnya.
Jejak Karier Fikri Jufri di Dunia Jurnalistik
Lahir di Jakarta pada 25 Maret 1936, Fikri Jufri adalah sosok jurnalis ulung yang dikenal memiliki kemampuan lobi yang kuat, insting tajam dalam mencari berita, serta keahlian dalam wawancara dan mendapatkan informasi eksklusif. Bersama Goenawan Mohamad, ia mendirikan Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo dan pernah menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi.
Salah satu kiprah besar Fikri Jufri dalam dunia jurnalistik adalah pada tahun 1976, ketika ia menjadi jurnalis pertama yang mengungkap kasus utang besar Pertamina akibat salah tata kelola. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pendiri dan Pemimpin Umum Majalah MATRA pada medio 1980-an.
Fikri Jufri menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan dikenal mengagumi pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, ekonom sekaligus ayah dari Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto.
Kepergian Fikri Jufri meninggalkan duka mendalam bagi dunia pers Indonesia. Dedikasinya terhadap jurnalistik dan kebebasan pers akan terus dikenang sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.