Etape Kedua TdBI, Balapan Suguhkan Rute Rolling dan Melewati Jalur Paving Stone
Memasuki hari kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025, balapan akan melintasi rute baru yang menantang, Selasa, 29 Juli 2025. Tantangan baru ini berupa jalur paving sepanjang 4 km. Pada etape kedua balapan yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) ini mulai menyuguhkan rute naik turun atau rolling.
Pada etape kedua ini tersisa 94 pembalap yang bertanding. Sebab pada etape pertama 5 pembalap do not finish (tidak finis). Masing-masing satu pembalap dari tim Pontianak Wijaya Racing, satu pembalap China Anta Mentech Cycling Team dan tiga orang dari Saudi Team.
Para pembalap akan menempuh jarak sejauh 158,8 kilometer dengan start di Taman Nasional Alas Purwo menuju Pemkab Banyuwangi. Balapan ini melintasi jalur datar menuju Kecamatan Genteng, sebelum berlanjut ke rute tanjakan di wilayah Songgon.
Mereka tak hanya adu kecepatan di jalur datar. Etape kedua ini menyuguhkan beberapa rute rolling. Peserta akan diuji ketangguhannya dengan mencoba lintasan baru melewati paving stone pada jalur menanjak.
Rute paving sepanjang hampir 4 kilometer itu terletak di kilometer 123, tepatnya antara Macan Putih menuju Jelun. Medan ini bukan hanya menuntut kekuatan fisik ekstra, tetapi juga kecermatan dalam memilih ban, gir, dan penguasaan sepeda di medan tidak rata.
Rute ini menjadi elemen pembeda di satu dekade penyelenggaraan balapan. Pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, rute paving hanya sekitar 1 kilometer di Alas Purwo dan belum masuk ke rute kompetitif.
"Kali ini rute paving stone berada di tengah-tengah balapan dan dengan kondisi menanjak. Ini jelas jadi tantangan serius bagi para pembalap,” ujar Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan.
Jalur paving ini akan memberikan pengalaman dan tantangan tersendiri. Karena ditempatkan di saat stamina pembalap sedang diuji.
“Tantangannya bukan hanya teknis, tapi juga strategi tim,” tambahnya.
Ada tiga titik sprint disiapkan panitia untuk menambah intensitas persaingan, yakni di Glagah Agung, Maron Genteng, dan Rogojampi. Pada etepe ini ada satu titik King Of Mountain (KOM) di kilometer 129 tepatnya di jalur paving stone Jelun.
Persaingan pembalap masih tetap sama pada etape pertama, seperti pembalap Perancis Villemin Alan dari Banyuwangi Road Cycling Club, Benjamin Prades dari VC Fukuoka, Jepang dan Jeroen Meijers dari Victoria Sports Pro Cycling Filipina, mereka akan bersaing dengan pembalap Indonesia Terry Yudha dari Tim JPC, Aiman Cahyadi tim Terengganu Cycling Malaysia dan Imam Arifn dari tim Nusantara.
Pembalap Belanda Jeroen Meijers dari Victoria Sports Pro Cycling Filipina, mengenakan Ijen Sulfur Jersey pada etape kedua ini sebagai tanda pimpinan lomba. Pada etape kedua Meijers akan diawasi beberapa pesaing. Dia diprediksi sehingga akan bertahan di peleton sehingga kemungkinan jersey Ijen Sulfur akan bergeser.