Empat Jembatan Perintis Garuda Merah Putih Rampung Dibangun Kodim 0822 Bondowoso
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Bondowoso yang menjadi program infratruktur Presiden RI Prabowo Subianto bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD), tuntas.
Sebanyak empat jembatan itu yang dibangun Kodim 0822 Bondowosotersebut sudah bisa dimanfaatkan masyarakat menjadi sarana transportasi.
Komandan Kodim 0822 (Dandim) Bondowoso, Letkol Inf Prawito mengatakan, empat Jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini merupakan pembangunan tahap pertama. Lokasinya di wilayah terpencil pada empat desa di empat kecamatan di Bondowoso.
"Masing-masing jembatan itu di Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal; Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso; Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami, dan Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo," kata Dandim Prawito, Rabu 22 Juli 2026.
Selesai pembangunan empat jembatan pada tahap pertama, tambah dia, Kodim Bondowoso melanjutkan pembangunan jembatan pada tahap kedua dan ketiga. Karena, Kodim Bondowoso menargetkan membangun 12 jembatan dalam Program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih.
"Target 12 jembatan dibangun itu terdiri jembatan gantung atau perintis dan jembatan atamco atau gorong-gorong berbahan baja. Dengan selesainya pembangunan empat jembatan, kini kami mulai proses pembangunan delapan jembatan lagi," tambah Dandim lulusan Akmil 2006 ini.
Pembangunan jembatan tahap kedua di Desa Dawuhan, Kecamatan Tenggarang; Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, dan Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen. Pembangunan jembatan tahap ketiga di Desa Sucolor, Kecamatan Maesan, Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, dan Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok.
"Progres pembangunan enam jembatan ini sudah 33 persen hingga 63 persen. Sedangkan, pembangunan dua jembatan lagi di Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso dan Desa Sekarputih, Kecamatan Tegalampel dalam tahap survei," papar Dandim Prawito.
Ia menjelaskan, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang menjadi program Presiden RI bersama TNI AD in difokuskan membuka keterisolasian wilayah terpencil sekaligus mengganti jembatan rusak akibat bencana alam.
"Tujuannya mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus bukti nyata kehadiran negara membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.(edo/ngobar)