Ekraf Sidoarjo Digenjot Jadi Motor Ekonomi Baru
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Irianto, mendorong para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah dan menjadi penopang utama pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sidoarjo.
ββIni momentum penting bagi pelaku ekraf untuk meningkatkan kemampuan dan berinovasi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan PDRB Sidoarjo,β ujar Yudhi dalam Workshop Kolaborasi Ekonomi Kreatif di Sidoarjo, Rabu 29 Oktober 2025.
βIa menambahkan, dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta DPR RI sangat penting untuk memperluas akses pasar pelaku usaha lokal.
ββHarapan kami, produk-produk kreatif lokal bisa semakin dikenal, tidak hanya di Sidoarjo, tetapi juga di Surabaya, Pasuruan, Mojokerto, bahkan menembus pasar nasional dan internasional,β imbuhnya.
βYudhi menyebut, pihaknya terus berupaya memperkuat branding dan promosi bagi subsektor unggulan seperti kriya, kuliner, fashion, serta desain produk. Ia optimistis kolaborasi lintas lembaga mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.
βMenanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai langkah pemerintah daerah seperti Sidoarjo menjadi kunci penting dalam memperkuat pondasi ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, jika dikelola serius dan berkelanjutan, sektor ini berpotensi menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan negara, bahkan melampaui migas.
ββKalau ekonomi kreatif ini dikelola secara maksimal, hasilnya bisa luar biasa. Sekarang saja, dengan pengelolaan yang belum optimal, sudah menghasilkan sekitar Rp215 triliun, melebihi pendapatan dari migas yang hanya Rp160 triliun,β terang BHS.
βBHS menegaskan, ekonomi kreatif bukan hanya menyumbang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, mencapai sekitar 26 juta orang di berbagai subsektor.
ββDi beberapa negara, ekonomi kreatif menjadi sumber pendapatan utama. Contohnya Vietnam, satu titik destinasi berbasis ekonomi kreatif saja mampu menarik delapan juta wisatawan dan menghasilkan sekitar Rp200 triliun. Potensi Indonesia jauh lebih besar dari itu,β tegasnya.
βMelalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang tak hanya mendorong peningkatan pendapatan nasional, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat.
Advertisement