Dua WNI Ditangkap dalam Penindakan Demo Besar di Los Angeles
Dua warga negara Indonesia (WNI) ditangkap di Los Angeles, California, dalam operasi penindakan imigrasi oleh otoritas setempat yang memicu demonstrasi besar di kota itu, kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Selasa pagi.
Sejak Jumat lalu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) dan otoritas imigrasi AS melakukan penggerebekan terhadap imigran di beberapa tempat di Los Angeles, seperti Garment District, Westlake, dan Los Angeles Selatan.
“KJRI Los Angeles telah menerima informasi bahwa terdapat 2 WNI yang ditahan dalam operasi tersebut,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha dalam pernyataan tertulisnya.
Dia mengatakan bahwa kedua WNI tersebut adalah seorang perempuan berinisial ESS (53), yang ditangkap karena statusnya tinggalnya di AS ilegal, dan seorang laki-laki berinisial CT (48), yang ditangkap karena memiliki riwayat pelanggaran narkotika dan masuk ke AS secara ilegal.
“KJRI Los Angeles saat ini sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk akses pendampingan kekonsuleran bagi kedua WNI tersebut,” kata Judha.
Di tengah semakin ketatnya penindakan imigrasi di AS, Kemlu RI mengimbau para WNI di negara itu untuk memastikan penggunaan visa yang sah dan sesuai peruntukannya, serta mematuhi peraturan setempat.
WNI yang berencana bepergian ke AS diimbau untuk mengantisipasi pemeriksaan imigrasi yang lebih ketat saat tiba di sana, kata Judha.
Kemlu juga meminta WNI yang terdampak penindakan imigrasi AS untuk memahami hak-hak mereka dalam sistem hukum di negara itu, antara lain hak mendapat pendampingan penasihat hukum dan hak menghubungi perwakilan RI terdekat.
Judha mendorong WNI untuk segera menghubungi kontak pelindungan di enam perwakilan RI di seluruh AS atau menekan tombol darurat di aplikasi Safe Travel Kemlu jika mengalami kesulitan atau menghadapi kondisi darurat selama berada di negara itu.
Mengenai aksi demonstrasi yang makin membesar, Presiden AS Donald Trump akan mengerahkan 2.000 personel Garda Nasional tambahan melalui Kementerian Pertahanan ke Los Angeles untuk membantu petugas ICE dan meredam demonstrasi. Juru bicara Kementerian Pertahanan Sean Parnell mengonfirmasi rencana pengerahan itu.
"Atas perintah Presiden, Kementerian Pertahanan memobilisasi 2.000 personel Garda Nasional California tambahan yang akan dipanggil ke layanan federal untuk mendukung ICE & untuk memungkinkan petugas penegak hukum federal melaksanakan tugas mereka dengan aman," kata Parnell kemarin.
Bahkan Presiden Trump menegaskan dirinya akan mendukung penangkapan terhadap Gubernur California yang juga anggota Partai Demokrat Gavin Newson. Presiden Trump menganggap Newsom menghalangi tindakan penegakan imigrasi oleh pemerintah federal.
"Saya akan menyukainya, dan mendukung Tom Homan, Kepala Perbatasan," kata Trump. Sebelumnya Tom Homan sempat memperingatkan bakal menangkap siapa saja yang menghalangi upaya penegakan hukum di Los Angeles termasuk Gubernur Newsom dan Wali Kota Karen Bass.*