Dua RSUD Milik Pemkab Banyuwangi Segera jadi Jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Unair
Dalam rangka penguatan pendidikan kedokteran di Banyuwangi, Universitas Airlangga (Unair) akan menjadikan dua RSUD milik pemkab Banyuwangi sebagai rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS). Dua rumah sakit tersebut adalah RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. Terobosan ini merupakan bagian dari kerja sama Unair dengan Pemkab Banyuwangi.
Penandatanganan perjanjian kerja sama telah dilakukan Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Sabtu, 4 Juli 2026. Hadir pula jajaran rektorat Unair, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Direktur RSUD Blambangan, dan Direktur RSUD Genteng.
Nantinya, dua rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi itu akan menjadi sarana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi.
Menurut Muhammad Madyan, Unair masih memetakan kebutuhan layanan dokter spesialis di Banyuwangi. Hasil kajian itu akan menjadi dasar penentuan program PPDS yang dapat dikembangkan di RSUD Blambangan maupun RSUD Genteng.
"Kami sedang mengidentifikasi jenis PPDS yang paling sesuai dengan kebutuhan Banyuwangi. Kami melihat dulu pola penyakit yang banyak ditangani rumah sakit sehingga program yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan daerah," katanya.
Sejumlah layanan spesialis yang berpotensi dikembangkan antara lain, penyakit dalam, onkologi, radiologi, hingga layanan pendukung kemoterapi. Kajian tersebut juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas rumah sakit serta ketersediaan tenaga pendidik spesialis dari Fakultas Kedokteran Unair.
"Kami mendapat informasi bahwa kasus kanker cukup banyak ditangani di Banyuwangi. Karena itu kebutuhan layanan terkait hal tersebut menjadi bagian yang sedang kami pelajari," ungkapnya.
Pengembangan pendidikan kedokteran di Banyuwangi merupakan bagian dari komitmen Unair sejak membuka kampus di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sekitar 15 tahun lalu. Komitmen itu diperkuat dengan hadirnya Program Studi Kedokteran FIKKIA Unair Banyuwangi yang kini terus berkembang.
Animo masyarakat terhadap Fakultas Kedokteran FIKKIA Banyuwangi pun terus meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pendaftar bertambah signifikan dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
"Alhamdulillah, sekarang Fakultas Kedokteran di Banyuwangi sudah semakin dikenal. Tahun ini kami merasakan peningkatan minat lulusan SMA dari berbagai daerah untuk kuliah di sini," terangnya.
Bupati Ipuk menjelaskan, kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Kolaborasi ini juga untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan orientasi pada kepuasan dan keselamatan pasien.
Ipuk berharap kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai wahana pendidikan kedokteran spesialis. Ini akan menguntungkan bagi pembangunan sektor kesehatan di Banyuwangi,” ujarnya.