Dorong Peningkatan Kualitas SDM, Pemprov Jatim Beri 1.100 Beasiswa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberikan beasiswa pendidikan Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) bagi 1.100 orang untuk jenjang pendidikam S1, S2 hingga S3.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, beasiswa pendidikan ini diberikan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Tahun ini, ada hal baru, yakni santri-santri dari berbagai pondok pesantren mendapat kesempatan masuk program Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).
"Program ini diharapkan bisa menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren. Jadi memang kerja samanya adalah dengan pesantren-pesantren untuk bisa memberikan afirmasi pada diversifikasi profesi," kata Khofifah.
Gubernur wanita pertama di Jatim ini mwnyerahkan langsung bea siswa tersebut kepada perwakilan penerima di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Rabu 10 Juni 2026.
Ketua LPPD Jatim, Abdul Halim menjelaskan, kuota pemerima beasiswa tahun ini sebanyak 1.100 orang dengan berbagai skema pendidikan.
Untuk STEM ia menyebut ada 40 untuk jenjang S1, kemudian 20 untuk S2. Kemudian, program reguler ada 20 mahasiswa S1, 15 mahasiswa S2 dan 10 mahasiswa S3. Kemudian kuota sebanyak 30 orang mahasiswa S2 di Universitas Al-Azhar Mesir.
"Terus ada perguruan tinggi khas pesantren yang disebut Ma'had Aly. Ma'had Aly untuk tahun ini ada 6. Satu itu untuk Marhalah Ula, itu masing-masing kuotanya 20. Terus Marhalah Tsaniah kuotanya itu 15, sama dengan perguruan tinggi yang lain ya," kata Halim.
Ke depan, ia berencana menambah kuota untuk jenjang S3 Ma'had Aly yang pertama di Indonesia.
Khusus untuk penerima beasiswa Al-Azhar, Halim mengatakan, ada seleksi khusus di mana peserta harus menguasai kitab kuning dan bahasa Arab. Sebab, di Al-Azhar langsung menjadj referensi pada sumber asli tanpa ada terjemahan.
"Bahasa sehari-hari ya bahasa Arab, sehingga memiliki persyaratan yang sangat berat ya. Juga hafalan Qur'an. Kalau S1 itu hafalan Qur'an cukup 5 juz, tapi kalau sudah S2 minimal 15 juz, nanti selesai itu harus 30 juz. Berarti lulusan Al-Azhar yang S2 semuanya itu sudah hafidz-hafidzah," pungkasnya.