Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Petani di Sidoarjo Terima Bantuan Hand Traktor
Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui dukungan langsung kepada petani di daerah. Sejumlah kelompok petani di Kabupaten Sidoarjo menerima bantuan empat unit hand traktor pertanian yang disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan dukungan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS).
Bantuan alat mekanisasi pertanian tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mempercepat proses pengolahan sawah, sehingga petani dapat meningkatkan jumlah masa tanam dan panen setiap tahun.
Bambang Haryo Soekartono mengatakan, penyaluran hand traktor ini merupakan bagian dari sinergi antara Komisi VII DPR RI dan BRI dalam mendorong program ketahanan pangan nasional agar berjalan nyata hingga tingkat petani.
“Ini adalah bentuk kolaborasi untuk mempercepat penyaluran CSR BRI agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Hand traktor sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengolahan lahan pertanian,” ujar BHS, Kamis, 25 Desember 2025.
Menurutnya, keberadaan hand traktor berpotensi meningkatkan indeks pertanaman petani dari dua kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun. Peningkatan tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.
“Dengan mekanisasi pertanian, produktivitas bisa meningkat signifikan. Ini mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan,” tegasnya.
BHS juga menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Selain sebagai penyedia pangan, sektor ini turut menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Petani adalah tulang punggung ekonomi. Dari pertanian lahir banyak aktivitas ekonomi turunan. Karena itu, petani harus terus diperkuat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kebijakan kenaikan harga gabah yang saat ini diawasi ketat oleh aparat dan penyuluh pertanian. Kebijakan tersebut dinilai berdampak positif terhadap peningkatan produksi beras nasional.
“Indonesia sempat surplus lebih dari 5,5 juta ton dan tidak melakukan impor. Ke depan, target produksi bisa terus ditingkatkan. Ini momentum yang harus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BRI, Novi Eko Hery Santoso, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan hand traktor merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis sektor produktif.
“CSR BRI difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani,” kata Novi.
Selain CSR, BRI juga terus mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani dan pelaku usaha di pedesaan.
“BRI memegang mandat penyaluran KUR terbesar secara nasional. Ini menjadi bentuk dukungan berkelanjutan bagi petani dan UMKM,” pungkasnya.