Menko Pangan Zulkifli Hasan Resmikan Koperasi Merah Putih di Sidoarjo Dorong Ekspor Rumput Laut
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meresmikan Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Pendirian Koperasi Merah Putih ini untuk mendorong ekspor rumput laut Sidoarjo dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa terpencil
Peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa Achmad Reza Patria, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana (Purn) TNI Madya Didit Herdiawan.
Koperasi Merah Putih, Wujud Pemberdayaan Ekonomi Desa
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, menyatakan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih di wilayah terpencil seperti Jabon merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi desa.
“Saya senang dengan berdirinya koperasi di daerah seperti Dusun Tanjungsari. Kami tidak ingin kemakmuran hanya dirasakan masyarakat kota. Warga desa juga harus maju dan sejahtera,” ujar Zulhas.
Ia menegaskan bahwa koperasi ini bukan hanya menjadi sentra ekonomi, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat desa, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Koperasi harus menyediakan kebutuhan seperti pupuk, LPG 3 kg, dan bahkan sembako dari pabrik. Ke depan, layanan BRILink juga harus masuk ke koperasi,” tambahnya.
Dukung Ekspor Rumput Laut dan Kembangkan Infrastruktur Transportasi
Menurut Zulhas, rumput laut asal Dusun Tanjungsari memiliki kualitas ekspor dan telah menembus pasar luar negeri. Namun, ia menekankan pentingnya perbaikan sistem transportasi agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
“Sistem distribusi harus kita benahi. Koperasi nantinya bisa menjamin usaha warga, misalnya budidaya ayam skala besar dengan dukungan KUR,” jelasnya.
Koperasi Desa Mandiri yang Didukung Pemerintah
Zulhas menekankan bahwa Koperasi Merah Putih adalah milik desa, bukan milik kementerian. Pemerintah hanya berperan dalam memfasilitasi pembentukan koperasi, sedangkan pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat melalui musyawarah desa.
“Ini koperasi desa. Pemerintah hanya memfasilitasi dan menyerahkan pengelolaannya ke warga,” ujarnya.
Harapan Menjadi Contoh Nasional
Ia berharap bahwa Koperasi Merah Putih di Sidoarjo ini bisa menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kalau desa hebat, maka kabupaten juga hebat, provinsi hebat, dan Indonesia akan semakin hebat,” pungkas Zulhas.