DLHK Sidoarjo Angkut 721 Ton Material Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny ke TPA Jabon
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo terus bergerak cepat dalam menangani sisa material reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran yang ambruk beberapa waktu lalu.
Kepala DLHK Sidoarjo, Bahrul Amig, mengungkapkan bahwa sejak dimulainya proses pembersihan Kamis 2 Oktober 2025 siang, pihaknya telah mengerahkan 30 armada truk pengangkut untuk memindahkan material reruntuhan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.
“Sejak hari pertama hingga Minggu malam (5/10), tercatat 215 ritasi atau sekitar 721 ton material berhasil diangkut ke TPA,” ujar Bahrul Amig, Selasa 7 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, proses pengangkutan dilakukan secara maraton selama 24 jam penuh, dengan dukungan penuh dari seluruh personel lapangan. “Seluruh armada bekerja tanpa jeda untuk mempercepat pembersihan area lokasi,” imbuhnya.
Selain pengangkutan, DLHK juga melakukan pemisahan material bangunan di lokasi khusus. Langkah ini dilakukan atas arahan langsung dari Polda Jawa Timur, yang masih melakukan penyelidikan penyebab ambruknya bangunan tiga lantai tersebut.
Menurut Amig, pemisahan ini krusial agar barang bukti penyelidikan tetap aman dan tidak tercampur dengan puing lain yang sudah dibuang.
“Sesuai arahan Polda, material bangunan tertentu kami pisahkan dan lokalisir. Jadi, meskipun proses pembersihan terus berjalan, barang bukti tetap terjaga,” jelasnya.
Langkah cepat DLHK Sidoarjo ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena membantu mempercepat proses pemulihan lingkungan pasca bencana ambruknya Ponpes Al-Khoziny yang menelan banyak korban jiwa.