Petugas menghalau seorang suporter yang ikut terlibat dalam aksi kericuhan di menit 84. foto:ngopibareng.id/tomi
Surabaya: Aksi baku pukul antara pemain terjadi saat laga PS Mojokerto Putra melawan Persewangi Banyuwangi dalam lanjutan Liga 2 Grup 6 di Lapangan Bumimoro Surabaya, Sabtu (19/8), petang. Dalam laga yang berakhir dengan skor 3-0, untuk kemenangan PSMP Mojokerto Putra, dua pemain dari kedua tim yang adu pukul di kartu merah wasit. Yaitu gelandang Persewangi Sahar Tahupelasury dan pemain tengah PSMP Ressi Syafrianto. Kedua pemain terlibat adu pukul di menit 84. Di awali tackling keras Sahar kepada Ressi. Tak terima mendapat perlakukan kasar, Ressi langsung menghantam Sahar setelah sempat adu mulut. Sahar juga membalas dan terjadi kejar-kejaran. Pemain lain dan suporter juga ikut dalam insiden itu. Untungnya, anggota TNI AL yang ada di lapangan sigap dan langsung mengamankan situasi. Sebelum terjadi kericuhan, pemain Persewangi sendiri sempat melakukan beberapa tackling keras setelah ketinggalan 0-3, namun dibiarkan wasit. Pemain PSMP akhirnya terpancing emosi. Pada babak pertama PSMP unggul, melalui gol Ricky Kambuaya menit 17.Sementara memasuki menit ke-41, The Lass Mojo memperbesar kemenangan, 2-0 melalui gol Indra Setiawan. Pada babak kedua, tak perlu waktu lama PSMP kembali membobol gawang Persewangi melalui Muhamad Isa pada menit 47. Hingga berakhir pertandingan skor tak berubah 3-0. Usai pertandingan, Redi Supriyanto pelatih PSMP Mojokerto Putra mengatakan puas melihat penampilan skuadnya, "Penampilan cukup baik dan bisa menang tanpa terbobol ini tentu sangat memuaskan bagi kami," katanya. Sementara Bagong Iswahyudi, Pelatih Persiwangi mengatakan jika kekalahan ini membuat harapan masuk 16 besar pupus, "Penguasaan bola kami kalah dan sangat mudah ditembus lawan. Ini pertandingan terjelek yang pernah saya dapatkan. Sementara lawan memang layak menang karena mereka main bagus," ujarnya. Tom