Dituding Main Brutal, Ini Jawaban Bos Persewangi
Malang: Beredarnya foto kebrutalanΒ pemain Persewangi dalam laga melawanΒ PSBK Kota Blitar,Β di Stadion Kanjuruhan, Selasa (10/10) membuat Manajer Persewangi, Hari Wijaya gerah.Β
Menurut Hari Wijaya, apa yang terjadi dalam laga play off khusus itu lantaran dipicu keputusan wasit dan berbagai skenario untuk mendegradasikan Persewangi.Β
"Pertandingan baru berjalan tiga menit kami sudah mendapatkan kartu merah, padahal jelas yang pemain kami yang ditanduk pemain Blitar. Tapi yang ditanduk malah yang dapat kartu merah, " ucapnya.Β
Di menit ke 37, Persewangi kembali kehilangan satu setelah di kartu merah, "Jangan salahkan pemain kami yang akhirnya terjadi keributan dan berubah menjadi adegan tinju di lapangan , " ujarnya.Β
Ditambahkan Hari jika pertandingan kontra PSBK ini merupakan laga yang dipaksakan. Sebab,Β sejatinya Persewangi datang ke Malang justru untuk melakoni pertandingan playoff Grup H. "Kami baru tahu akan melawan PSBK ketika sudah di sini. Jadi, ini terkesan dipaksa-paksakan," tutur Hari.
Pertandingan sendiri akhirnya dihentikan dalam posisi PSBK unggul 1-0. Mereka mencetak gol pada menit 69 melalui sepakan Prisma Chairul Anwar.
"Saya minta ini dianggap 'no contest' atau tak ada pertandingan. Pertandingan ricuh, tak fairplay dan penuh dengan drama tinju. Ini bukan pertandingan sepakbola," ujarΒ Hari Wijaya.
Namun Panpel Pertandingan sudah memutuskan jika laga berakhir dengan kedudukan 1-0, meski masih menyisahkan 4 menit. tom
Β
Advertisement