Dinamika Persidangan Hangat, Muktamar ke-35 NU Tetap Berjalan Adem dan Kondusif
Penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, berlangsung penuh dinamika. Namun tetap memegang teguh prinsip kedamaian. Menanggapi ketatnya persidangan, Koordinator Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, KH Miftah Faqih, mengimbau seluruh muktamirin agar senantiasa merawat kebersamaan dan meresapi nilai-nilai kekiaian.
KH Miftah Faqih menegaskan, prinsip moral khas NU tidak boleh runtuh hanya karena kepentingan politik praktis di internal organisasi. Perbedaan argumen dalam forum musyawarah merupakan dinamika biasa yang penyelesaiannya harus bersumber pada rasa persaudaraan.
"Nahdlatul Ulama adalah organisasi kekiaian di mana kiai itu sangat mengedepankan rasa, bukan hanya rasionalitas tapi rasa," ujar Kiai Miftah usai Sidang Pleno I selesai, Jumat, 28 Agustus 2026.
Penerapan prinsip kekiaian ini terbukti nyata ketika Sidang Pleno I diwarnai rentetan interupsi dari peserta, khususnya terkait kepastian skema penentuan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) serta pasal 12 tata tertib. Pimpinan sidang merespons gelombang interupsi tersebut secara tenang dengan melimpahkan perincian teknis ke level sidang komisi, sehingga kondisi ruang sidang tetap stabil dan terjaga.
Kiai Miftah turut berpesan, jalannya Muktamar ke-35 akan direkam oleh sejarah. Oleh sebab itu, jalannya musyawarah harus membuktikan kemampuan NU dalam mengolah silang pendapat menjadi hasil yang konstruktif tanpa memicu keretakan.
"Ketika sampai terjadi perbedaan yang kecenderungan kepada perpecahan, maka di situ sejarah akan mencatat Muktamar ini ternyata gagal mengambil satu keputusan strategis. Ternyata itu tidak terjadi," kata dia menegaskan.
Hasil dari pendekatan musyawarah yang sejuk ini membuahkan pengesahan Tata Tertib Persidangan pada Pleno I. Adapun materi diskusi yang berbobot sensitif, seperti skema pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, dilanjutkan ke agenda Pleno IV serta Komisi Organisasi dengan tetap memelihara iklim musyawarah yang teduh dan terarah.