Sempat Dimerger Beberapa Tahun, Dua SDN di Tuban Difungsikan Kembali
Dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur difungsikan kembali setelah beberapa tahun di-merger. Pengaktifan kembali dua SDN itu dilakukan tepat pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2025.
Informasi yang dihimpun ngopibareng.id, dua sekolah yang difungsikan kembali adalah SDN II Desa Kedungsoko, Kecamatan Plumpang dan SDN II Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
"Ada dua sekolah yang pada tahun ajaran baru ini difungsikan kembali, keduanya adalah SDN II Desa Kedungsoko dan SDN II Desa Dagangan," terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban, Abdul Rakhmat, Selasa, 15 Juli 2025.
Rakhmat menerangkan, dua SDN tersebut sebelumnya dimerger dengan SDN I di desa setempat sejak tahun 2018 yang lalu. Namun, karena banyak masyarakat sekitar yang menginginkan agar SDN tersebut difungsikan kembali, akhirnya pihak Disdik Kabupaten Tuban mengaktifkan kembali SDN tersebut.
"Masyarakat meminta agar sekolah yang di-merger itu difungsikan lagi karena lokasi sekolah yang ada terlalu jauh, sehingga kami fungsikan lagi walaupun saat ini legalitasnya masih berproses," imbuhnya.
Pada tahun ajaran baru 2025 ini dipastikan dua sekolah yang difungsikan kembali itu telah mendapatkan siswa. Meski jumlahnya tidak begitu banyak. Selain siswa baru, kata Rakhmat, siswa yang sebelumnya sekolah di SDN I dan jarak rumahnya dekat dengan SDN II yang difungsikan kembali maka akan ditarik untuk sekolah di SDN II.
"Kalau total siswa dari kelas I-VI di masing-masing sekolah tersebut sekitar 27 sampai 30 siswa," ungkap Rachmat.
Mengenai tenaga pengajar, menurutnya, jumlah guru di kedua sekolah tersebut saat ini cukup untuk mengajar jumlah murid yang ada. Begitu juga dengan sarana prasarana yang ada, saat ini masih memadai.