Dewa United Menang 1-0, Jan Olde Riekerink Justru Kecewa dengan Performa
Dewa United Banten FC memang sukses mengamankan tiga poin usai menumbangkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/26. Laga ini digelar di Stadion Internasional Banten pada Jumat, 4 April 2026 malam.
Namun, kemenangan tersebut ternyata tidak sepenuhnya disambut suka cita oleh sang pelatih, Jan Olde Riekerink. Pelatih asal Belanda itu justru mengaku kecewa dengan performa anak asuhnya yang dinilai jauh dari standar permainan ideal.
Gol tunggal Dewa United dicetak melalui penalti Alex Martins pada menit ke-62. Meski cukup untuk memastikan kemenangan, Riekerink menilai timnya tidak menunjukkan dominasi seperti yang diharapkan.
“Jika saya melihat penampilan kami hari ini, hati sepak bola saya sedikit menangis karena saya tahu seberapa baik kami bisa bermain,” ujarnya usai pertandingan.
Ia juga menyindir pola pikir “yang penting menang” yang kerap muncul di kalangan penonton. Bagi Riekerink, sepak bola bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga kualitas permainan dan hiburan bagi publik.
Kondisi tim yang pincang menjadi salah satu faktor. Dewa United tampil tanpa beberapa pilar penting seperti Edo Febriansah, Ricky Kambuaya, Noah, dan Damion Lowe yang sedang menjalani tugas internasional.
Tanpa mereka, permainan Dewa United terlihat kurang mengalir, terutama di sektor lini tengah. Meski begitu, Riekerink tetap menegaskan bahwa kemenangan dengan performa buruk bukanlah identitas yang ingin ia bangun.
“Itu adalah salah satu cara untuk memenangkan pertandingan, tetapi itu bukan cara saya,” tegas mantan pelatih Galatasaray tersebut.
Marukawa: Menang di Tengah “Badai”
Sementara itu, pemain sayap andalan Dewa United, Taisei Marukawa, punya sudut pandang berbeda. Ia menilai kemenangan ini diraih dengan perjuangan ekstra di tengah berbagai tantangan.
“Pertandingan berlangsung sulit karena kami kehilangan beberapa pemain. Lalu kita semua bisa lihat hujan yang sangat deras di babak kedua,” ungkapnya.
Selain faktor cuaca, Marukawa juga menyoroti ritme permainan tim yang belum kembali maksimal setelah jeda kompetisi. Hal ini membuat pertandingan terasa lebih berat dari biasanya.
“Ini adalah laga pertama kami setelah jeda, jadi terasa lebih sulit,” tambah pemain asal Jepang tersebut.
Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang mampu menjaga fokus hingga akhir laga, terutama dalam kondisi lapangan yang tidak ideal akibat hujan deras.
Modal Penting Jelang Akhir Musim
Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi Dewa United. Dengan delapan laga tersisa, hasil positif ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk kembali ke jalur permainan terbaik mereka.
Marukawa pun optimistis timnya bisa tampil lebih konsisten ke depan.
“Dengan kondisi yang kami alami, kami tetap mampu meraih kemenangan. Hasil ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan diri untuk pertandingan berikutnya,” tutupnya.
Di sisi lain, evaluasi besar jelas menanti. Riekerink ingin Dewa United tidak sekadar menang, tapi juga kembali menampilkan permainan dominan dan atraktif yang menjadi identitas mereka sepanjang musim ini.