Debut Perdana di Singapura, Sabetan Raketnya Tembus Babak Final
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng resmi menjalani status baru sebagai atlet. Debut perdananya cukup luar biasa. Mampu melaju hingga babak final Turnamen Tenis Veteran Charles Simon Senior ITF Championship 2017 di Singapura, 7-15 Oktober.
Turnamen tenis yang digelar di National Tennis Center, Kallang, Singapura ini bukan ajang biasa. Namun sudah tercatat sebagai turnamen grade 4 dalam kalender resmi ITF, induk organisasi tenis internasional. Artinya, penampilan Andi Mallarangeng selama turnamen akan mendapatkan poin sebagai penentuan peringkat para petenis veteran dari berbagai belahan dunia.
Kepada ngopibareng.id, Andi Mallarangeng mengaku memutuskan menjadi atlet dan ikut turnamen resmi ITF awalnya hanya untuk menjaga kebugaran, "Sekalian sambil mengukur kemampuan dengan pemain-pemain veteran dunia, " ucap pria yang sudah dikenal hobi bermain tenis ini.
Meski awalnya hanya untuk menjaga kebugaran, namun ternyata kemampuan Andi Mallarangeng tidak kalah dengan petenis veteran dunia. Tampil di nomor duoble kategori usia +50, berpasangan dengan petenis Singapura, Desmond Ang melaju hingga babak final.
Di babak perempat final, sabetan raket Andi Mallarangeng sempat mengalahkan pasangan Australia Lioyd Bowling/Stphen Lewis dari Australia dengan skor telak 6-2, 6-0.
Bahkan Andi Mallarangeng nyaris mendapatkan gelar juara di ajang pertamanya ini. Sayang setelah mati-matian tampil di babak final, akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan gado-gado, asal Singapura dan Hongkong, Alex Chew/Nick Fok dengan skor ketat, 6-3, 6-4.
Usai tampil di Singapura, rencananya Andi Mallarangeng akan kembali menjajal turnamen Tenis Veteran Baveti (Badan Veteran Tennis Indonesia) yang digelar pekan depan, "Ini turnamen grade 5 setingat lebih rendah dari sekarang, tapi poinnya masih dicatat oleh ITF, " ujarnya.
Disinggung lebih enak mana ketika menjadi menteri dengan sekarang menjadi atlet, Andi menjawab dengan tersenyum, "Kalau dulu menjadi menteri ya mengurusi olahraga sekarang kembali menjadi atlet. Lebih happy menjadi atlet...hee..hee. Tinggal mikirin bagaiman main bagus. Kalau jadi menteri lebih banyak pusingnya, " ujarnya. tom