Bursa Transfer Liga 1: Madura United Resmi Datangkan Bek Sayap Dede Sapari
Madura United FC kembali bergerak agresif di bursa transfer menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/27. Laskar Sape Kerrab resmi memperkuat komposisi skuad mereka dengan mendatangkan bek sayap muda potensial, Dede Sapari.
Kedatangan pemain berusia 22 tahun ini bukan sekadar untuk menambah kedalaman tim. Direktur Madura United, Annisa Zhafarina, menyebut bahwa Dede Sapari adalah jawaban atas tuntutan taktik modern yang ingin diterapkan oleh tim pelatih musim ini.
Menurut Annisa, standar untuk posisi bek sayap di internal Madura United kini sudah berubah. Manajemen dan tim pelatih membutuhkan sosok pemain di posisi tersebut yang mampu menjadi dinamo permainan tim.
"Modernisasi taktik di Madura United menuntut standar yang sangat tinggi dari seorang bek sayap. Kami tidak lagi mencari bek yang hanya diam bertahan," ujar Annisa Zhafarina.
"Kami mencari pemain yang bisa menjadi dinamo permainan dari lini belakang hingga lini serang. Profil itulah yang kami temukan dalam diri Dede Sapari," lanjutnya.
Profil Dede Sapari: Eks Persik Kediri yang Bersinar di PSIM
Bagi pencinta sepak bola nasional, nama Dede Sapari dikenal sebagai salah satu talenta muda berbakat di posisi fullback atau bek sayap. Pemain kelahiran 2004 ini memiliki rekam jejak yang cukup menjanjikan di kompetisi domestik meski usianya masih sangat muda.
Sebelum resmi berseragam Madura United, Dede sempat menimba ilmu dan memperkuat Persik Kediri. Guna mendapatkan jam terbang yang lebih matang, ia kemudian dipinjamkan dan menjadi salah satu pilar penting di lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
Di kasta kedua, performa Dede justru semakin melejit. Gaya mainnya yang spartan, disiplin saat bertahan, namun sangat agresif ketika membantu serangan membuat tim pemandu bakat Laskar Sape Kerrab kepincut untuk memboyongnya kembali ke kasta tertinggi (Liga 1).
Kelebihan Dede Sapari di Mata Manajemen
Annisa Zhafarina yang kini berusia 31 tahun memuji habis karakter mantan pemain PSIM Yogyakarta tersebut. Ia menilai pengalaman serta gaya bermain Dede sangat cocok untuk menjaga keseimbangan tim di kompetisi kasta tertinggi.
"Dede memiliki agresivitas, work rate yang luar biasa, dan kecerdasan transisi yang kami butuhkan untuk menjaga keseimbangan tim," jelas Annisa.
Ia menambahkan bahwa ketatnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi membuat tim tidak boleh salah memilih pilar baru.
"Di kompetisi seketat ini, kami butuh pemain yang siap bertarung dan langsung memberikan dampak instan di lapangan sejak hari pertama," tegasnya.
Target Tinggi Laskar Sape Kerrab
Dengan work rate tinggi serta kemampuan overlapping (naik-turun) yang mumpuni, Dede Sapari diharapkan bisa langsung menyatu dengan strategi pelatih dan menghidupkan sisi sayap Madura United. Manajemen pun menargetkan proses adaptasi sang pemain tidak memakan waktu lama.
Perekrutan eks penggawa Persik Kediri ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Laskar Sape Kerrab tetap mengusung target tinggi untuk musim depan.
"Kedatangan Dede adalah bukti nyata bahwa Madura United tidak pernah menurunkan standar ambisi kami untuk terus bersaing di papan atas," pungkas Annisa.