Bupati Jember Pastikan Jalan Tol Melalui Jember Utara
Bupati Jember Muhammad Fawait intens melakukan safari ke sejumlah kementerian untuk menarik program pemerintah pusat ke Jember. Dengan kegigihannya itu, Gus Fawait berhasil melobi kementerian agar proyek jalan tol melewati Jember.
Menurut Gus Fawait, panggilan Bupati, selama lima bulan menjabat Bupati Jember, banyak persoalan yang harus segera diselesaikan. Khususnya berkaitan dengan kemiskinan. Kemiskinan di Jember cukup tinggi, baik kemiskinan absolut maupun kemiskinan ekstrem. Kabupaten Jember menjadi salah satu kabupaten dengan penerima PKH terlama.
Persoalan kemiskinan tersebut menimbulkan persoalan lain. Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Jember tertinggi di Jawa Timur. Kemudian diikuti dengan angka stunting yang juga tertinggi.
Bahkan, akibat dari kemiskinan tersebut menjadikan Jember peringkat ketiga dalam kasus kekerasan terhadap anak.
βAngka kekerasan terhadap anak seperti pelecehan seksual anak di Lapas Kelas IIA Jember tertinggi ke tiga di Jatim. Ini merupakan akibat dari masalah kemiskinan,β katanya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Gus Fawait intens mengunjungi lembaga kementerian. Itu dilakukan untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat, agar Kabupaten Jember menjadi kabupaten tujuan investasi.
Sebab, sejauh ini sektor investasi di Kabupaten Jember masih rendah. Gus Fawait mencatat pada tahun 2023 justru mengalami minus 53 persen. Hal tersebut terjadi karena Kabupaten Jember tidak memiliki infrastruktur yang memadai.
Bandara di Kabupaten Jember tidak hidup, tidak memiliki pelabuhan, dan tidak dilalui jalan tol. Kondisi tersebut menyebabkan Jember dipandang sebagai kota terisolasi oleh para investor. Karena itu, Gus Fawait melobi pemerintah pusat agar proyek jalan tol melalui Kabupaten Jember. Upaya tersebut ternyata membuahkan hasil.
Gus Fawait memastikan, proyek jalan tol nanti akan melewati Jember bagian utara. Dengan adanya jalan tol tersebut, Gus Fawait optimis bisa meningkatkan investasi dan mampu mengurai masalah kemiskinan. Apalagi angka kemiskinan paling tinggi memang berada di Jember bagian utara.
Setelah memastikan tol melewati Jember, Gus Fawait juga memastikan Bandara Notohadinegoro aktif kembali. Dalam waktu dekat akan ada penerbangan Jember-Jakarta PP. Dengan adanya penerbangan tersebut diharapkan lebih banyak pejabat dari pemerintah pusat datang ke Jember membawa program atau kegiatan.
βKabupaten Banyuwangi bangkit setelah 10 tahun dibantu pemerintah pusat. Banyak program pemerintah pusat dilaksanakan di Banyuwangi. Karena itu, ke depannya kegiatan pemerintah pusat juga harus lebih banyak dilaksanakan di Jember,β ungkapnya.
Lebih jauh Gus Fawait mengatakan, selain mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, pihaknya juga berkomitmen mengentas kemiskinan melalui berbagai program. Masyarakat miskin nanti akan diberikan pelatihan dan alat agar bisa berjualan.
βKami akan menyisir warga miskin untuk diberikan pelatihan dan alat. Kami juga akan meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata. Kami telah mencatat even-even yang bisa dijadikan agenda kabupaten,β pungkasnya.
Advertisement