Bulog Bojonegoro Serap 84.986 Ton Beras, Lampaui Target 104,65 Persen
Pengadaan beras Bulog Cabang Bojonegoro menembus 84.986 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Capaian dari wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan itu melampaui target tahunan sebesar 104,65 persen.
Realisasi tersebut mencapai 84.986.648 kilogram, melampaui target 81.211.670 kilogram atau surplus sekitar 3.775 ton setara beras.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Bojonegoro, Umar Said, mengatakan, capaian tersebut ditopang sinergi petani, kelompok tani, mitra penggilingan dan pemangku kepentingan di tiga kabupaten.
"Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang mendukung penyerapan gabah dan beras di wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan," ujar Umar, Jumat 9 September 2026.
Menurut dia, pengadaan beras bukan sekadar mengejar target, melainkan juga memastikan hasil panen petani terserap dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Bulog terus mengoptimalkan jaringan pembelian di tingkat produksi serta kesiapan gudang untuk mempercepat penyerapan saat panen.
Capaian Cabang Bojonegoro tersebut sejalan dengan realisasi nasional.
Hingga 8 Oktober 2026, pengadaan beras Bulog mencapai 4,115 juta ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Angka tersebut menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah Bulog, melampaui pengadaan 2025 sebesar 3,19 juta ton dan rekor sebelumnya pada 2012 yang mencapai 3,65 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi seluruh jajaran Bulog dan pihak terkait yang mendukung pencapaian tersebut. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, petani, penyuluh, dan mitra kerja dinilai berperan dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.
Bulog Cabang Bojonegoro berkomitmen melanjutkan penyerapan hingga akhir tahun.
Selain memperkuat stok pemerintah, langkah tersebut diharapkan membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat petani maupun konsumen serta mendukung ketahanan pangan nasional.