Bulan Ramadan, Perajin Songkok di Tuban Kebanjiran Pesanan
Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi perajin songkok atau peci di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Selama bulan ramadan ini, pesanan meningkat signifikan.
Hal itu seperti yang terjadi di tempat produksi songkok merek "Adem Ayem" milik Manaf Abdi, 67 tahun, yang berada di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Ia mengaku pesanan songkok yang diproduksinya meningkat cukup signifikan selama ramadan tahun ini.
"Alhamdulillah untuk produksi songkok Adem Ayem di bulan ramadan ini ada peningkatan dibandingkan ramadan tahun lalu," terang Manaf Abdi, Selasa 10 Maret 2026.
Manaf menuturkan, pada bulan Ramadan tahun lalu penjualan songkok hanya berkisar antara 5 hingga 10 kodi. Namun pada Ramadan tahun ini, pesanan diperkirakan mencapai 15 kodi hingga akhir bulan.
Manaf melanjutkan, untuk permintaan songkok selama Ramadan ini berasal dari Kabupaten Tuban dan luar daerah.
Di Kabupaten Tuban, permintaan datang dari beberapa pasar modern. Seperti kawasan Keraton, City Mall, hingga Bravo II. Selain itu, banyak pengecer yang menjual songkok tersebut di kawasan wisata religi Makam Sunan Bonang.
"Sedangkan dari luar kota ada dari Brebes, Jogja dan juga Kudus," katanya.
Sementara itu, untuk model yang paling diminati, Manaf menyebut songkok warna hitam khas merek Adem Ayem masih menjadi yang paling sering dicari.
“Biasanya yang paling sering dicari yaitu songkok hitam, namun songkok batik juga cukup laris,” ungkapnya.
Untuk harga, Manaf mengatakan cukup bervariasi dan relatif terjangkau. Untuk songkok yang standar dibanderol dengan harga mulai dari Rp30 ribu hingga Rp75 ribu, tergantung bahannya.
Sementara isongkok berbahan batik dibanderol dengan harga lebih tinggi, tergantung dengan bahanya.
"Kalau yang batik ada kelas-kelasnya. Ada yang sampai Rp100 ribu sampai Rp200 ribu tergantung jenis batiknya. Kalau batik gedog bisa sampai Rp200 ribu," pungkas Manaf.
Manaf menambahkan, tempat produksi songkok Adem Ayem ini telah berproduksi sejak 2017. Selama ini, ia mengerjakanya secara mandiri.
Sedangkan untuk proses jahit dan beberapa tahapan lainnya seperti packing ia dibantu oleh tiga orang pekerjanya.