Bulan Puasa, Ratusan Warga Melakukan Donor Darah Sembari Ngabuburit, Dapat Bakso Gratis
Rastusan orang mengikuti mengikuti donor darah di Rumah Donor Rejoagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Sabtu, 8 Maret 2025. Karena bulan puasa, donor darah dilaksanakan sore hingga malam hari. Sehingga warga bisa mendonorkan darahnya sembari ngabuburit ataupun berbuka puasa di tempat itu.
Sejak dibuka pukul 15.30 WIB, warga yang hendak mendonorkan darahnya sudah berdatangan. Ada juga warga yang memilih melakukan donor darah setelah berbuka puasa. Sebelum mendonorkan darahnya warga lebih dulu dicek tekanan darah dan kandungan HB darahnya.
Setelah mendonorkan darahnya, para pendonor bisa menikmati snack dan bakso gratis yang disedikan pengelola Rumah Donor Rejoagung. Karena bulan Ramadan, sebagian dari pendonor memilih membungkus bakso untuk dimakan di rumah. Ada juga yang menunggu waktu buka puasa dan menyantap bakso di tempat itu.
Rafiah, 47 tahun, mengatakan, dirinya sudah rutin melakukan donor darah di Rumah Donor Rejoagung. Dia mengaku merasakan manfaat dari donor darah. Tubuhnya terasa semakin sehat sejak rutin melakukan donor darah. Sehingga meskipun sedang berpuasa dirinya tidak ragu untuk melakukan donor darah.
“Donor darah ini untuk pergantian darah jadi baik untuk kesehatan,” jelasnya.
Donor darah di Rumah Donor Rejoagung ini dilaksanakan secara mandiri oleh seorang anggota Polresta Banyuwangi Aipda Setyo Bijaksana dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi.
Pendirian rumah donor ini didasari keinginan untuk mengajak warga berbuat baik dan berbagi pada sesama. Walaupun tidak bisa membantu secara materi, kata anggota Satreskrim Polresta Banyuwangi ini, namun setiap orang bisa memberikan sesuatu yang ada pada dirinya yakni darah melalu donor darah.
“Rumah donor ini sudah kita jalankan sejak lima tahun lalu. Kegiatan donor darah rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali,” jelas Setyo, panggilan Aipda Setyo Bijaksana.
Awalnya, tidak mudah mengajak orang untuk ikut mendonorkan darahnya. Ada yang beralasan takut jarum suntik hingga alasan lainnya. Namun secara perlahan-lahan masyarakat sekitar semakin banyak yang ikut mendonorkan darahnya. Kesadaran masyarakat akan manfaat donor darah semakin baik setelah dilakukan edukasi.
“Sekarang setiap kali donor darah bisa sampai 200 peserta. Kita menyesuaikan jumlah kantong darah dari PMI,” jelasnya.
Dia menyebut, saat ini animo masyarakat sangat tinggi untuk mendonorkan darahnya. Seringkali warga harus pulang tanpa melakukan donor karena kehabisan kantung darah. Diapun berharap PMI bisa menambah kuota kantung darah pada kesempatan berikutnya.
Warga yang melakukan donor darah ditempat ini tidak hanya berasal dari Desa Rejoagung saja. Tetapi juga dari Desa lain dan bahkan kecamatan lain khususnya kecamatan di wilayah Banyuwangi selatan seperti, Purwoharjo, dan Gambiran.
“Warga antusias tapi sering kali kantung kurang, semoga bisa ditambah jumlah kantungnya,” harapnya.