Buka Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan Jatim, Hasto Ingatkan Sejarah Perjuangan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto membuka gelaran Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Sabtu, 20 Desember 2025.
Hasto mengatakan, kegiatan tersebut penting untuk mengkonsolidasikan internal partai menyambut berbagai agenda besar yang akan datang. Ia pun mengingatkan para kader tentang sejarah kekuatan PDI Perjuangan terletak pada arus bawah. Di Jatim bahkan ada lima sejarah penting.
Pertama, sejarah kerajaan Majapahit. Kedua, Bung Karno yang menggembleng ideologis, pemikiran, ide dan gagasan dari Jatim. Ketiga, bagaimana perjuangan masyarakat dalam peristiwa peperangan 10 November 1945.
"Kemudian Ibu Mega secara de facto menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan menghadapi rezim yang otoriter pada tahun 93 di Sukolilo, kemudian juga kekuatan arus bawah yang ditandai dengan adanya Pendegiling," sebut Hasto usai acara.
Dengan sejarah-sejarah tersebut, Hasto menekankan seluruh kader untuk memiliki semangat juang yang sama.
"Sehingga dengan konfercab dan konferda ini, kami melakukan kritik dan otokritik bahwa fighting spirit, tidak masuk zona nyaman, turun ke bawah itu adalah jati diri dari PDI Perjuangan," tuturnya.
Sementara itu, Said Abdullah selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim mengatakan, Konferda dan Konfercab ini jadi momentum memperkuat soliditas kader.
Konferda ini sekaligus upaya regenerasi internal partai. Sebab, tantangan dalam pemilihan ke depan untuk bisa menggaet lebih banyak suara yang kini didominasi pemilih milenial.
Ia mengatakan, pihaknya tidak hanya menghitung bagaimana Pemilu 2029, namun sudah mulai mempersiapkan prasyarat mencapai 2029.
"Tidak boleh lagi partai memperkenalkan politik jargonistik, politik salon, berhias diri, mematut diri, tapi enggak bonding dengan kebutuhan masyarakat, kepentingan masyarakat," ujar Said.
"Maka karena kami ingin hindari itu, semua jajaran DPD dan DPC harus bersiap diri untuk selalu menjadi pendengar yang baik terhadap kebutuhan masyarakat. Khususnya bagi pemilih gen z dan gen alpha, karena jujur saja sampai hari ini kami mencari formula yang pas untuk kami melakukan," pungkasnya.