BPBD Bondowoso Kekurangan Anggaran Distribusi Air Bersih Hadapi Kekeringan 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menghadapi tantangan besar dalam menghadapi musim kemarau 2025. Dengan hanya mendapat anggaran Rp 200 juta dari APBD Bondowoso 2025, BPBD hanya mampu mendistribusikan bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan selama dua bulan, padahal musim kemarau diprediksi berlangsung selama lima bulan.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menyampaikan bahwa sesuai prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2025 di Bondowoso akan berlangsung dari Mei hingga September. Dampaknya diperkirakan akan dirasakan oleh 15 desa di 9 kecamatan yang rawan kekeringan, sebagaimana yang juga terjadi pada 2024 lalu.
“Idealnya, BPBD membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk menjamin distribusi air bersih selama lima bulan penuh ke wilayah terdampak kekeringan. Namun, dengan anggaran Rp 200 juta, kami hanya mampu menangani selama dua bulan,” terang Sigit.
Upaya Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi
Menghadapi keterbatasan anggaran distribusi air bersih di Bondowoso, BPBD telah melakukan koordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Timur guna mengajukan bantuan tambahan. Bantuan tersebut mencakup tidak hanya distribusi air, tetapi juga pengajuan pengeboran sumur air bersih untuk solusi jangka panjang.
“Kami bersyukur karena ada titik terang dari pemerintah pusat dan provinsi. Harapannya, kebutuhan air bersih untuk daerah terdampak kekeringan bisa terpenuhi hingga akhir musim kemarau,” ujar Sigit.
Daftar Desa Rawan Kekeringan di Bondowoso 2025
Berdasarkan data BPBD, berikut adalah 15 desa di Kabupaten Bondowoso yang diprediksi mengalami kekeringan saat musim kemarau 2025:
Kecamatan Maesan: Desa Sumber Anyar
Kecamatan Pakem: Desa Gading Sari, Desa Patemon
Kecamatan Wringin: Desa Wringin
Kecamatan Tegalampel: Desa Klabang, Desa Purnama
Kecamatan Tapen: Desa Taal
Kecamatan Klabang: Desa Blimbing, Desa Karanganyar, Desa Leprak
Kecamatan Prajekan: Desa Walidono
Kecamatan Botolinggo: Desa Botolinggo, Desa Klekean
Kecamatan Cermee: Desa Solor, Desa Batu Ampar
Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya juga mengalami dampak serupa pada kekeringan Bondowoso 2024, sehingga menjadi prioritas penanganan di musim kemarau tahun ini.
Harapan Pemerintah Daerah: Dukungan Anggaran dan Akses Air Berkelanjutan
Dengan terbatasnya sumber daya, BPBD Bondowoso berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah pusat dan provinsi guna mencegah krisis air bersih berkepanjangan. Distribusi air bersih serta pengembangan infrastruktur air menjadi solusi krusial menghadapi ancaman kekeringan tahunan di Bondowoso.