Borneo Hornbills Buat Pacific Alami Dua Kekalahan Beruntun di Kandang
Borneo Hornbills membuat Pacific Caesar Surabaya kembali alami kekalahan berturut dengan skor 97-96 dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2025 di GOR Pacific, Surabaya, Jumat 11 April 2025 malam.
Bermain di depan publik sendiri, tuan rumah bermain langsung tancap gas usai kekalahan di hari sebelumnya. Tampak, Daffa Dhoifullah dan kawan-kawan bermain cukup agresif di bawah paint area.
Pacific sejatinya bisa unggul jauh jika memanfaatkan peluang dengan baik. Sebab, beberapa kali percobaan tembakan tiga angka selalu gagal menjadi poin. Lawan justru bermain lebih tenang memainkan bola melalui paint area Pacific. Tim tamu unggul 26-22.
Di kuarter kedua, Pacific yang sempat tertinggal jauh perlahan tapi pasti mengejar selisih poin. Beberapa kali akurat membuat Pacific sempat unggul 41-40.
Namun, empat menit terakhir permainan anak asuh Andika Supriadi Saputra kacau. Tampak kurang tenangnya eksekusi bola di area lawan dan transisi pertahanan yang tidak baik membuat lawan kembali berbalik unggul. Borneo menutup kuarter kedua dengan skor 55-50.
Di kuarter ketiga, tim tamu langsung tampil agresif dengan dua kali berturut tembakan tiga angka yang menjadi poin.
Namun, tuan rumah juga tak mau tertinggal dan membalas melalui empat kali tembakan tiga angka yang membuat skor imbang 71-71. Sayang momentum bangkit tersebut tak bisa dipertahankan tuan rumah. Lawan dengan mudah memanfaatkan transisi tuan rumah yang kurang baik menjadi angka. Borneo pun menutup kuarter tiga dengan skor 80-74.
Di kuarter pamungkas, Pacific langsung balik membalas dengan delapan poin yang dicetak dan membalikkan keadaan menjadi 82-80.
Borneo kemudian merespon dengan memasukkan pemain intinya. Terutama, center Brandon Lee Mccoy yang membawa timnya bermain lebih garang melakukan serangan dan kuat dalam pertahanan.
Di empat menit terakhir, kedua tim saling jual beli serangan. Pacific yang kembali tertinggal merubah strategi mencetak poin melalui paint area Borneo. Skor pun kembali ketat skor menjadi ketat 93-93.
Drama pun terjadi di akhir pertandingan ketika sudah unggul 96-95, Pacific justru melakukan pelanggaran di sisa 11,05 detik. Memanfaatkan penguasaan bola dari pinggir lapangan, Pemain Borneo Steven Orlando berhasil mencetak skor saat waktu menunjukkan 00,03 detik. Poin tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan hasil 97-96 untuk kemenangan tim tamu.
"Anak anak tampil baik, bisa survive mengejar kertertinggalan. Semua opsi kita ajalankan bukan hanya three point, ada beberapa momen kita adjust dan tidak menutup kemungkinan menyerang di paint area. Anak-anak sudah maksimal di lapangan, mungkin ada faktor kelelahan karena main berturut," ungkap Asisten Pelatih Pacific Dhimas Aniz.
Berbeda dengan Dhimas, Pelatih Borneo Ismael Tan mengaku bangga terhadap anak asuhnya yang berjuang habis-habisan di lapangan untuk menang.
"Saya sampaikan ke pemain untuk berjuang, tujuan kita di game ini ingin menang. Jadi kita komitmen dengan tujuan yang kami mau," ungkap Ismael.