BMKG Juanda Prediksi Peningkatan Aktivitas Cuaca Dampak Bibit Siklon 93S
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memprediksi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di seluruh wilayah Jawa Timur, 21-31 Desember 2025.
Potensi peningkatan tersebut, kata Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan akibat adanya bibit siklon tropi 93S di sekitar Samudra Hindia tepatnya di Selatan Jawa Barat.
“Hal ini berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Jatim berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta peningkatan gelombang di perairan Jatim,” ungkap Taufiq.
Selain itu, ia juga menyebut aktifnya monson Asia serta kondisi muka laut perairan di Selat Madura menyebabkan pertumbuhan awan-awan yang berpotensi menimbulkan hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Karena itu, Taufiq mengatakan, bahwa ancaman bencana hidrometeorologi dapat terjadi berupa hujan intensitas tinggi, angin puting beliung, tanah longsor, banjir, petir, pohon tumbang.
Melihat beberapa kejadian bencana yang telah terjadi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus waspada karena masih berpotensi terjadi bencana.
“Kami mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Khususnya wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” pungkasnya.