Bima Sakti Resmi Arsiteki Persela, Target Kembali ke Liga 1 Tetap Terjaga
Masa depan Persela Lamongan dipastikan tetap berada di jalur kebangkitan. Komitmen itu satu persatu mulai diwujudkan.
Terbaru, manajemen baru tim Laskar Joko Tingkir ini, menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih kepala yang baru untuk melanjutkan kompetisi Championship 2025/2026.
Penunjukan eks pelatih Timnas Indonesia itu secara langsung diumumkan Penasihat Persela, Yuhronur Efendi di di press room Stadion Surajaya Lamongan, Selasa 30 Desember 2025.
"Seperti komitmen yang pernah saya sampaikan, bahwa Persela terus bangkit. Sekarang ini, kami secara resmi menunjuk Bima Sakti sebagai head coach. Silahkan ditanya-tanya," kata Yuhronur Efendi, yang juga Bupati Lamongan ini.
Penunjukan Bima Sakti ini, lanjut Yuhronur, yang juga Bupati Lamongan ini, merupakan bagian dari upaya lserius manajemen Persela untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
"Baik dari sisi teknis tim maupun tata kelola klub. Tunggu, nanti kita akan umumkan sesuatu yang mengejutkan dan semakin menambah optimistis Persela ke depan," imbuh pria yang akrab disapa Pak Yes ini.
Saat perkenalan,perkenalan Bima Sakti mengaku senang dan bangga mendapat kepercayaan untuk mengarsiteki Persela.
Pelatih kelahiran Balikpapan ini mengaku, proses tawaran untuk menjadi pelatih tim kebangaan warga Lamongan ini sangat singkat. Tepatnya setelah menyelesaikan tugas bersama Timnas Indonesia diajang Sea Games Thailand.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada pengurus Persela yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Sekitar satu minggu lalu saya dihubungi pengurus atas arahan Bapak Bupati,” ujar Bima Sakti.
Begitu singkatnya tawaran itu diterima, karena Bima Sakti menilai Persela adalah salah satu klub besar dengan tradisi dan sejarah kuat di sepak bola Indonesia.
Selain itu, ia cukup mengagumi Persela karena tim ini dikenal selalu memiliki pemain-pemain hebat.
“Saya mengidolakan Persela dari dulu. Banyak pemain hebat pernah bermain di sini, seperti Marcio Souza, Fabiano Beltrame, Gustavo Lopez. Itu yang membuat saya tidak berpikir panjang untuk menerima tawaran ini,” ungkapnya.
Bima Sakti menambahkan, ini pengalaman pertamanya menangani klub Liga 2. Namun demikian, ia menegaskan siap menghadapi tantangan.
Ia mengatakan, pendekatan kepelatihan di kompetisi berbeda dengan tim nasional. Tetapi, prinsip utamanya tetap sama. Kerja keras, disiplin, dan mental bertarung.
“Paling penting pemain mau fight dan membela Persela seratus persen. Itu harga mati,” tandas, pelatih 49 tahun ini.
Bima Sakti juga mengungkapkan, kepercayaan penuh dari manajemen menjadi faktor utama yang membuatnya mantap menerima tawaran Persela.
Ia mengaku mendapatkan mandat dan kewenangan penuh dalam urusan teknis. Termasuk memilih menentukan komposisi pemain.
“Satu poin yang membuat saya tidak berpikir panjang adalah kepercayaan dari manajemen. Saya dipercaya mengurus teknis tim dan memilih pemain sesuai kebutuhan Persela,” paparnya.
Pada kesempatan perkenalan Bima juga meminta dukungan penuh dari suporter dan media agar Persela bisa bangkit dan tampil lebih kompetitif.
Eks kapten Timnas Indonesia jebolan Primavera ini sempat menegaskan sangat terbuka terhadap kritik sebagai bentuk tanggung jawab profesional.
“Saya mohon support dari teman-teman media. Berita positif itu penting untuk membangun kepercayaan diri pemain. Tapi saya juga tidak anti kritik, terutama kritik untuk saya sebagai pelatih,” tandasnya.
Ziarah ke Makam Legendaris Persela, Khoirul Huda
Sebelum mengakhiri perkenalan, Bima Sakti sempat menyampaikan, bahwa sudah menjadi niat awal ketika ia benar-benar akan melatih Persela, ia akan ziarah ke makam Khoirul Huda.
Dan, niat itu sudah ia lakoni, siang sebelimnya, Bima Sakti benar-benar ziarah ke makam sang legendaris Persela, penjagawa gawang Khoirul Huda tersebut.
"Mohon maaf Pak Bupati, saya tadi ke makam Khoirul Huda. Ya, untuk mendoakan semoga arwah Khoirul Huda mendapatkan tempat layakndi sisi Nya " tuturnya.
Target Tetap, Lolos Liga 1
Sementara itu, Penasihat Persela Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan, penunjukan Bima Sakti merupakan hasil kesepahaman visi antara manajemen, pelatih, dan pemerintah daerah.
Selain itu, Coach Bima ini juga sepaham karena Persela merupakan tim yang sampai sekarang masih memiliki idealis dan semangat yang tinggi di ajang kompetisi sepak bola nasional.
“Visi kita sama untuk masa depan Persela. Banyak orang dengan idealisme yang sama berkumpul di sini untuk membawa Persela terus berjaya,” ujar Yuhronur.
Pak Yes juga menegaskan, pengelolaan Persela kini sedang mengarah untuk menjadi klub profesional dan modern, layaknya industri sepak bola.
Disampaikan pula, manajemen Persela dalam waktu dekat juga akan mengumumkan struktur manajemen baru. Termasuk posisi CEO, serta sponsor utama klub.
“Harapan kami Persela menjadi industri sepak bola yang sehat, dengan pemisahan yang jelas antara pengelolaan manajemen dan tim. Target kami tidak pernah berubah, bagaimana Persela bisa segera kembali ke kasta tertinggi,” pungkas Pak Yes.