Besok, Rombongan Pemprov Jatim Nyekar ke Makam Gubernur Soerjo
Besok, Rombongan Pemprov Jatim Nyekar ke Makam Gubernur Soerjo
Sabtu (30/9) pagi besok, sejumlah pejabat Pemprov Jatim, datang ke Magetan. Di hari peringatan pemberontakan PKI 30 September ini, rombongan Pemprov berencana nyekar (ziatah) makam Gubernur Jawa Timur pertama, Gubernur Soerjo.
Mantan Bupati Magetan yang kemudian jadi Gubernur Jatim ini, Gubernur Soerjo dibunuh PKI tanggal 10 November 1948 di hutan jati daerah Ngawi. Jenazah beliau kemudian dimakamkan di Magetan.
Menurut Kabag Umum Pemkab Magetan, Muklis, rombongam Pemprov Jatim akan tiba di Magetan besok pagi. "Kita akan bersama-sama nyekar ke makam Gubernur Soerjo," ujarnya.
Mulai Sabtu besok juga pembukaan tour Magetan Kumandang Pesona Tlatah Jawa Timuran (PTJ) Ngopi Bareng Gus Ipul, yang akan digelar hingga Senin 9 Oktober 2017 mendatang. Kegiatan PTJ dalam rangkaian Hari Jadi Pemprov Jatim dan Hari Jadi Magetan 2017 ini dipusatkan di alun-alun Magetan.
Tentang terbunuhnya Gubernur Soerjo, tanggal 10 November 1948 itu, ia berangkat dari Yogyakarta menuju Madiun. Dia bermaksud menghadiri peringatan 40 hari meninggalnya adiknya yang juga dibunuh PKI Madiun.
Sejumlah sahabat, termasuk Wakil Presiden Mohammad Hatta, meminta agar Soerjo mengurungkan niatnya. Tetapi, Soerjo ngotot pada pendiriannya.
Tanda-tanda kurang baik terlihat.
Baru saja tiba di luar Kota Yogya, ban mobilnya pecah. Sesudah itu mobil kehabisan bensin. Soerjo terpaksa dua kali kembali ke kota untuk menambal ban dan mengisi bensin. Meski teman-temannya mengatakan bahwa itu pertanda buruk, Soerjo tidak mempercayainya.
Soerjo tiba sore hari di Surakarta. Sudiro yang ketika itu menjadi residen Surakarta menahan Soerjo supaya bermalam dan perjalanan diteruskan esok hari. Soerjo nekad melanjutkan perjalanannya ke Madiun.
Di Desa Gendingan, sekali lagi diperingatkan supaya Suryo tidak meneruskan perjalanan. Namun, peringatan itu juga diabaikan.
Hingga akhirnya, di Kabupaten Ngawi, saar melintas di hutan jati Kedunggalar, mobil yang ditumpangi Gubernur pertama Jawa Timur ini dicegat gerombolan PKI. Soerjo dipaksa keluar dari mobil yang ia tumpangi.
Dari arah Madiun, muncul mobil yang ditumpangi polisi Kombes Pol M Doerjat dan Kompol Soeroko, yang merupakan anggota kepolisian yang turut berjuang mengamankan kondisi di wilayah Madiun dan sekitarnya, dalam gejolak tahun 1948.
Soerjo, Kombes Pol M Doerjat dan Kompol Soeroko diperintahkan turun dari mobil. Mereka dibawa ke hutan. Di tempat inilah ketiganya dihabisi PKI.
Empat hari kemudian, jenazah Suryo ditemukan penduduk di Kali Kakah, Dukuh Ngandu, Desa Bangunrejo, Kedunggalar, Ngawi, lalu dibawa ke Madiun dan dimakamkan di Sawahan, Desa Kepalrejo, Magetan.
Di tempat pembunuhan keji oleh PKI itu, kini berdiri Monumen. Diresmikan 28 Oktober 1975 oleh Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Witarmin. (dmr)