Berenang di Waduk, Santri Ponpes di Lamongan Tenggelam
Ahmad SA, 19, santri salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Solokuro, tenggelam di Waduk Panguripan, Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Rabu 10 Desember 2025.
Remaja asal Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya itu hingga berita ini selesai ditulis belum ditemukan.
Upaya pencarian Tim SAR gabungan BPBD dan Satpol Airud Polres Lamongan yang dilakukan sejak korban dikabarkan teggelam sekitar pukul 11.30 WIB itu terpaksa dihentikan.
Alasannya, cuaca di lokasi kejadian tidak memungkinkan petugas untuk melanjutkan pencarian. Cuaca gelap, hujan dan disertai angin kencang.
"Rencana besok 07.00 Wib Tim Rescue Polres Lamongan bersama instansi terkait akan melanjutkan pencarian korban," kata Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.
Lebih jauh Ipda Hamzaid menjelaskan, kejadiannya berawal sekitar pukul 10:10 WIB. Sejumlah santri ponpes di Kecamatan Solokuro melakukan kegiatan renang bersama di Waduk Panguripan.
Sekitar 10 santri itu berenang bersama. Sedang beberapa saat kemudian, tiba-tiba korban didiketahui berenang ke tengah. Ia memisahkan diri dan berusaha menyeberang dari sisi timur menuju barat waduk.
"Saat berada di tengah, korban tiba-tiba hilang dan diduga tenggelam,” terangnya.
Informasi dari sumber lain diperoleh ngopibareng.id menyebutkan, saat korban tenggelam tidak diketahui oleh teman santri lain.
Korban baru diketahui tenggelam setelah sejumlah kembali ke ponpes dan melihat rekaman vidio. Ternyata dalam rekaman video tersebut terlihat kejadian korban korban tenggelam.
Kejadian yang dilaporkan ke Polsek setempat itu segera mendatangkan Tim SAR gabungan. Terdiri Basarnas Bojonegoro, BPBD Lamongan dan Satpolairud Polres Lamongan dibantu sejumlah warga.
Peralatan yang diterjunkan berupa 3 unit perahu Mopel dan 3 unit alat selam. Berbagai upaya pencarian dilakukan. Mulai penyisiran waduk, penyelaman hingga dilakukan manuver air. Tetapi, hingga pencarian diakhiri korban belum ditemukan.