Bengawan Solo Siaga Merah, Banjir Mulai Masuk Kota Bojonegoro
Sungai Bengawan Solo yang mengalir di Kabupaten Bojonegoro berstatus siaga merah (siaga III) pada Rabu 26 Februari 2025. Banjir luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini telah memasuki beberapa titik di Kecamatan Bojonegoro Kota.
Dengan status tersebut, warga Bojonegoro yang tinggal di pinggir Sungai Bengawan Solo untuk waspada akan terjadinya banjir.
Selama ini, suplai air di Sungai Bengawan Solo berasal dari daerah di hulu sungai yang mengalami hujan deras pada Senin 24 dan Selasa 25 Februari 2025. Suplai air juga datang dari belasan anak Sungai Bengawan Solo, yang melubar akibat hujan deras selama dua hari belakangan ini.
Sementara itu data di papan duga dari Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo yang disebarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, pada pukul 06.00 WIB, tinggi muka air di Sungai Bengawan Solo pada pukul 13. 00 WIB mencapai 14.64 phielschaal atau masuk siaga merah (siaga III). Tinggi muka air di sungai juga mengalami trend naik.
Dengan status siaga merah, air di Sungai Bengawan Solo akan meluber ke perumahan penduduk yang tersebar di 16 kecamatan—dari total 28 kecamatan—berlokasi di pinggir Sungai Bengawan Solo.
Menurut Wawan, warga Kelurahan Jetak, rumah kerabatnya yang ada di pinggir Bengawan Solo, sudah tergenang banjir sekitar 20 centimeter. Tapi melihat arus sungai yang cepat, kemungkinan ketinggian air bertambah. Apalagi dalam dua-tiga hari ini hujan lebat. “Bengawan Solo airnya tinggi, maka potensi surutnya lama. Karena air di selokan tergenang dan anak sungai juga naik,” tegasnya pada Ngopibareng.id, Rabu 26 Februari 2025.
Daerah yang rawan banjir di kabupaten ini, seperti di beberapa kelurahan/desa di Kecamatan Kota Bojonegoro. Seperti Kelurahan Ledok Kulon, Kelurahan Ledok Wetan, Kelurahan Jetak, dan Kelurahan Mulyogung. Kemudian beberapa desa di Kalitidu, Balen, Kanor, Padangan dan Baureno.
Dengan siaga merah mesti diwaspadai warga yang tinggal di hilir Sungai Bengawan Solo. Seperti di beberapa kecamatan di Kabupaten Tuban. Seperti di Kecamatan Soko, Kecamatan Rengel, Plumpang serta di Kecamatan Widang. Kemudian beberapa kecamatan di Kabupaten Lamongan. Yaitu Kecamatan Maduran, Turi, Karanggeneng, Karangbinangun, Deket dan Kecamatan Glagah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah mengirimkan himbauan ke warga yang tinggal di pinggir Sungai Bengawan Solo. Di Bojonegoro Sungai Bengawan Solo melewati 16 kecamatan dari total 28 kecamatan di kabupaten ini.
Seperti di Kecamatan Kota Bojonegoro, di Kelurahan Ledok Kulon, Ledok Wetan, Jetak, Klangon, Kauman, dan di Mulyoagung. Juga di Kecamatan Dander, terutama di Desa Ngablak dan Desa Ngulanan yang rawan terjadi banjir luberan Sungai Bengawan Solo.