Bengawan Solo di Bojonegoro Kembali Siaga II Banjir, Tren Naik
Ketinggian air di Sungai Bengawan Solo yang mengalir di wilayah Bojonegoro mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir pada Minggu 9 Maret 2025.
Hujan deras yang mengguyur anak Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Blora, dan Tuban menyebabkan peningkatan volume air di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.
Beberapa anak sungai yang berkontribusi terhadap kenaikan air di Bengawan Solo meliputi Kali Kening, Kali Semar Mendem, Kali Pacal, Kali Kunci, serta beberapa sungai kecil lainnya di wilayah barat Bojonegoro.
Berdasarkan data dari papan duga, tinggi muka air telah mencapai status siaga kuning (Siaga II) dengan tren terus meningkat. Hujan deras yang turun pada Sabtu malam selama lebih dari satu jam turut mempercepat kenaikan permukaan air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPND) mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir. Tidak hanya di Bojonegoro, warga di Kabupaten Tuban dan Lamongan yang bermukim di sekitar sungai juga berpotensi terdampak banjir.
Selain hujan lokal, aliran air kiriman dari wilayah hulu seperti Madiun, Ngawi, Sragen, dan Solo turut memperparah kenaikan debit air di Bengawan Solo dalam dua hari terakhir. Data terbaru dari Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, yang disebarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menunjukkan bahwa pada pukul 17.00 WIB tinggi muka air tercatat 13.50 phielschaal. Angka ini terus meningkat menjadi 13.54 phielschaal pada pukul 18.00 WIB dan kembali naik menjadi 13.56 phielschaal pada pukul 19.00 WIB.
Dampak Terhadap Areal Persawahan
Jika debit air terus meningkat hingga mencapai status siaga kuning, maka banjir diperkirakan akan berdampak pada sejumlah lahan pertanian di beberapa desa di Kecamatan Soko dan Parengan, Kabupaten Tuban. Sementara itu, di Kabupaten Lamongan, potensi banjir juga mengancam 20 desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Glagah, Karangbinangun, Karanggeneng, Turi, Laren, dan Babat.
Menurut Didik, warga Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota Bojonegoro, air di Bengawan Solo menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. "Apalagi hujan turun di Bojonegoro dan sekitarnya pada Selasa petang. Kalau terus turun hujan, mungkin airnya akan naik lebih tinggi," ujarnya pada Minggu 9 Maret 2025.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan ketinggian air dan telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna mengurangi dampak banjir. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari BPBD serta instansi terkait guna menghindari risiko yang lebih besar.