Bencana Alam Terjang Jawa Timur 5 Hari Terakhir: 4 Warga Tewas di 5 Daerah
Bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung melanda lima daerah di Jawa Timur dalam tiga hari terakhir. Sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat rangkaian bencana yang terjadi pada awal musim hujan November 2025 ini.
Lima wilayah terdampak masing-masing adalah Trenggalek, Tulungagung, Kota Batu, Jember, dan Bojonegoro. BPBD setempat bersama TNI-Polri dan relawan telah melakukan langkah penanganan darurat di lokasi bencana.
Longsor di Kota Batu Tutup Akses Wisata Coban Talun
Di Kota Batu, hujan deras mengguyur daerah dataran tinggi itu pada Senin 3 November 2025 petang. Akibatnya terjadi longsor di kawasan wisata Coban Talun. Material longsor sepanjang 20 meter dan setinggi 100 meter menutup akses menuju air terjun.
Menurut Plt Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan material longsor juga menimpa dua warung milik warga. “Tidak ada korban jiwa. Saat ini area wisata ditutup sementara karena potensi longsor susulan,” ujarnya, pada media Selasa 4 November 2025.
Sementara di Tulungagung, tanah longsor memutus jalur utama Desa Nyawangan–Picisan, Kecamatan Sendang. Jalan ambles sepanjang 30 meter dan jatuh ke jurang sedalam 20 meter setelah diguyur hujan deras selama lebih dari tiga jam.
Longsor juga mengancam jaringan listrik PLN di sekitar lokasi. Akibatnya, transportasi dan aktivitas ekonomi warga lumpuh total. BPBD Tulungagung telah melakukan koordinasi untuk pembukaan jalur darurat bagi kendaraan roda dua.
Empat Orang Tewas Akibat Longsor di Trenggalek
Tragedi paling parah terjadi di Kabupaten Trenggalek. Longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, menimpa satu rumah warga pada Sabtu 1 November 2025 malam. Empat orang dari satu keluarga tewas tertimbun material longsor.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa tim gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban pada Minggu 2 November 2025. “Total empat korban ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian sejak malam kejadian,” ujarnya.
Banjir di Jember Rendam Rumah dan Lahan Pertanian
Sementara itu, banjir di Dusun Rowotapen, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember, hingga kini belum surut sepenuhnya. Sedikitnya 10 rumah warga masih terendam, dan puluhan hektar lahan pertanian yang ditanami padi, jagung, tebu, dan jeruk juga tergenang air.
Hujan berintensitas tinggi pada Senin 3 November 2025 menyebabkan aliran sungai meluap. Warga yang terdampak berharap bantuan logistik dari pemerintah daerah segera disalurkan.
Bencana lain berupa angin puting beliung terjadi di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Selasa 4 November 2025 sore. Angin kencang berlangsung sekitar satu jam dan merusak belasan rumah warga serta menumbangkan pohon besar di jalur Bojonegoro–Ngawi.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo, menyebut pihaknya sudah turun ke lokasi untuk mendata kerusakan. “Kerusakan ringan meliputi atap rumah yang beterbangan. Tidak ada korban jiwa,” katanya.
Pemerintah Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG dan BPBD Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pegunungan dan pesisir selatan Jatim.
Pemerintah daerah juga diminta memperkuat kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian material.