Baru Ada Dua Dapur Sehat Makan Bergizi Gratis di Jember
Hingga saat baru ada dua dapur umum untuk pelaksanaan makan bergizi gratis di Jember. Dua dapur tersebut berada di Kecamatan Patrang dan Semboro.
Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah mengatakan dua dapur yang telah siap beroperasi tersebut terdiri atas dapur yang dibangun oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Kecamatan Patrang dan satu dapur yang dibangun oleh pihak swasta di Kecamatan Semboro.
"Satu dapur yang dibangun BGN di Kecamatan Patrang telah siap beroperasi tinggal menunggu launching dari BGN. Kalau satu dapur yang dirikan secara mandiri masih proses pembangunan," katanya, Kamis, 06 Maret 2025.
Dapur sehat yang didirikan oleh pihak swasta dilakukan setelah salah satu yayasan di Kecamatan Semboro mendaftar ke Badan Gizi Nasional (BGN). Sehingga dalam pendirian dapur sehat oleh pihak swasta tersebut tidak ada campur tangan dari Kodim 0824 Jember.
Sesuai aturan BGN, satu dapur yang didirikan oleh BGN maupun swasta hanya boleh melayani maksimal 3.000 siswa. Sedangkan faktor jarak tidak boleh melebihi 40 KM.
Setiap satu dapur akan ada 50 orang pekerja yang terdiri atas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, ahli gizi, dan ahli akuntan. Kemduian pekerja siswanya diambil dari masyarakat setempat, baik dari ibu-ibu PKK maupun pemuda karang taruna yang memiliki keahlian memasak dan mengemas makanan.
Indra memastikan dari 50 petugas dapur seat, tidak ada satupun personil yang masuk dalam keanggotan SPPG. Kendati demikian Kodim 0824 tetap all out dalam melakukan pengawasan selama proses pendistribusian.
"Dari 50 orang petugas dapur sehat tidak ada dari personil Kodim. Kami hanya bertugas melakukan pengawasan dan mengkoordinasi pada saat proses pendistribusian, agar tidak terjadi duplikasi yang menyebabkan sekolah lain tidak kebagian," tambahnya.
Lebih jauh Indra mengatakan berdasarkan jumlah siswa mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan pondok pesantren setidaknya Jember membutuhkan 150 dapur sehat. Jumlah tersebut berpotensi bertambah setelah memperhitungkan faktor jarak.
Karena itu, Kodim akan selalu berkoodinasi dengan BGN untuk terus menambah dapur sehat. Sebab, proses perekrutan Kepala SPPG, ahli gizi, dan ahli akuntan menjadi kewenangan BGN. Namun, perekrutan tenaga tersebut nanti akan diumumkan secara terbuka oleh tiap-tiap koramil.
"Rekrutmen petugas dapur sehat seperti Kepala SPPG ditentukan oleh BGN. Kepala SPPG sebelum diterjunkan harus mengikuti pelatihan dari BGN selama tujuh hari," pungkasnya.
Advertisement