Banyuwangi Terima Bantuan Kendaraan Untuk Pengelolaan Sampah dari UEA
Pemkab Banyuwangi mendapatkan bantuan kendaraan untuk pengelolaan sampah dari NGO Uni Emirat Arab (UEA). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kepada Pemkab Banyuwangi di TPS3R Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Kamis, 20 Agustus 2026.
Bantuan tersebut berupa 21 kendaraan roda tiga, 12 pick up, 2 truk arm roll, dan 5 kontainer arm roll. Secara simbolik bantuan diterima Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono dengan didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bayu Hadiyanto.
"Banyuwangi ini salah satu kabupaten yang terbaik. Oleh karena itu banyak bantuan-bantuan, termasuk ini dari UEA bahkan ada juga dari Nurwegia, karena mengelola sampahnya termasuk yang bagus," jelas Zulhas, panggilan Zulkifli Hasan.
Mujiono mengatakan, tambahan armada ini makin memperkuat operasional pengangkutan sampah di lapangan. Armada yang diserahkan tersebut merupakan bantuan tahap pertama untuk menyokong program Banyuwangi Hijau.
Sehingga layanan kebersihan masyarakat bisa berjalan makin cepat, merata, serta terintegrasi. Terimakasih Pak Menko dan UEA," katanya.
Saat ini, fasilitas pengolahan sampah TPS3R di Balak, Songgon, menjangkau hingga 75 desa dengan volume olahan mencapai 100 ton sampah per hari. Komposisi sampah di wilayah tersebut mayoritas adalah sampah organik.
"Di Songgon sekitar 70 persen berupa sampah organik dan 30 persen anorganik. Olahan Refuse Derived Fuel (RDF) diproduksi dengan rasio komposisi tiga banding satu untuk pasokan bahan bakar industri," jelasnya.
DLH mencatat total timbulan sampah se-Kabupaten Banyuwangi menembus 900 ton per hari dari 1,8 juta penduduk. Pihaknya menargetkan seluruh wilayah terlayani penuh pada 2027 mendatang melalui pembagian zona regional.
Di sisi lain, sektor swasta turut mendukung penyerapan hasil olahan limbah tersebut. Business Development Specialist PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI), Wahyu mengatakan jika SBI telah bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi untuk pembelian bahan RDF tetsebut.
Kerja sama pengiriman bahan bakar alternatif ini telah berjalan aktif sejak November 2025 dengan rata-rata pasokan berkala, kurang lebih 20 ton dalam sekali kirim untuk dimusnahkan di pabrik semen.
"Kami di SBI sebagai offtaker RDF. Jadi, kami memanfaatkan RDF yang dibuat sama Pemkab Banyuwangi sebagai alternatif bahan bakar di pabrik semen," ujarnya.