Banyuwangi Distribusikan Susu Pemdamping Untuk Percepatan Penyembuhan Pasien TBC
Berbagai upaya percepatan penyembuhan penyakit tuberculosis (TBC/TB paru) dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui pemberian susu pendamping bagi penderita TBC. Susu pendamping ini bagian dari pilot project nasional mendukung percepatan penyembuhan pasien TBC.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, Dinas Kesehatan Banyuwangi telah menerima menerima bantuan 60 ribu sachet susu pendamping. Susu pendamping ini akan menjadi pelengkap penanganan TBC yang selama ini telah dilakukan. Menurutnya, percepatan penyembuhan TBC ini merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan.
"Selain pengobatan kami juga terus mendorong pengendalian penyakit dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi terkait sanitasi, air bersih, dan gizi seimbang, kami terus gencarkan,” jelasnya, Jumat, 30 Januari 2025.
Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi memberikan perhatian penuh pada penanganan kesehatan warga, termasuk TB Paru. Jumlah kasus TBC tahun 2024 sebanyak 2.940 kasus, meningkat di tahun 2025 menjadi 3.057 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan, bantuan yang dikirim berjumlah seribu dus. Masing-masing dus berisi 60 sachet susu formula yang terbuat dari bahan khusus, yakni susu kambing dan ekstrak kurma berkualitas.
“Bantuan dari Kemenkes sudah kami terima secara bertahap sejak pertengahan Januari. Total ada 60 ribu sachet susu yang dikemas dalam 1.000 dus,” jelasnya.
Susu tersebut akan dibagikan kepada pasien TBC dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, yang sedang menjalani pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Setiap pasien akan menerima 60 sachet susu untuk kebutuhan satu bulan.
"Dengan tambahan nutrisi ini, harapannya kondisi fisik pasien semakin kuat sehingga meningkatkan keberhasilan pengobatan TB yang sedang mereka jalani,” terangnya.
Susu pendamping pasien TB paru tersebut, saat ini telah didistribusikan ke seluruh puskesmas se-Banyuwangi. Selanjutnya, akan dibagikan kepada pasien TB yang memenuhi kriteria.
“InsyaAllah awal Februari mulai kita lakukan penyaluran kepada pasien melalui puskesmas-pukesmas,” bebernya.
Program pemberian nutrisi tambahan ini diharapkan dapat mendongkrak persentase kesembuhan pasien secara signifikan di seluruh wilayah puskesmas. Saat ini, kata dia, tingkat kesembuhan TB di Banyuwangi dalam kisaran 88 persen. "Dengan program ini harapnnya bisa meningkat menjadi 95 persen,” ujarnya.