Banjir Rendam Makam Praloyo Sidoarjo, Prosesi Pemakaman Warga Terpaksa Dialihkan
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sidoarjo kembali menimbulkan dampak tak biasa. Kali ini, banjir merendam area Makam Praloyo yang berada di Lingkar Timur, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo Kota, Selasa, 6 Januari 2026.
Genangan air setinggi sekitar 20 cm menguasai sebagian besar area pemakaman, membuat akses jalan di dalam makam sulit dilalui. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ziarah, tetapi juga berdampak langsung pada prosesi pemakaman warga.
Bahkan, satu jenazah terpaksa dimakamkan di lokasi alternatif yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan karena lahan pemakaman utama tergenang air dan tidak memungkinkan untuk dilakukan penggalian.
Mundu, penjaga Makam Praloyo, mengatakan, banjir di kawasan tersebut kerap terjadi setiap musim hujan. Namun, menurutnya, kondisi tahun ini tergolong lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau hujan deras pasti banjir. Airnya meluap dari sungai dan masuk ke area makam. Kalau ada warga yang hendak dimakamkan, terpaksa kami carikan lokasi yang lebih tinggi,” ujar Mundu.
Selain mengganggu proses pemakaman, banjir juga menyulitkan warga yang ingin berziarah. Sejumlah keluarga memilih menunda kunjungan karena akses jalan di dalam kompleks makam terendam air dan licin.
Salah seorang peziarah berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut. Ia menilai kondisi makam sudah tidak layak saat musim hujan tiba.
“Kami berharap ada pengurukan area makam dan paving akses jalan. Sekarang banyak jalur yang tidak bisa dilewati karena tergenang banjir,” ujarnya.
Meski belum seluruh area makam terendam, warga mengaku khawatir banjir akan semakin meluas apabila tidak ada penanganan menyeluruh.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera melakukan perbaikan infrastruktur, terutama sistem drainase dan pengendalian luapan sungai di sekitar Makam Praloyo, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.