Banjir Bandang Terjang Brebes, Tiga Orang Tewas Terseret Arus
Banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada akhir pekan lalu menelan korban jiwa dan melumpuhkan sejumlah fasilitas pendidikan hingga Senin 10 November 2025. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus deras, sementara empat sekolah dasar di Kecamatan Bumiayu belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes bagian selatan pada Sabtu 8 November 2025 sore, menyebabkan Sungai Keruh dan Sungai Erang (Kalierang) meluap. Dua kecamatan yang paling terdampak adalah Bumiayu dan Sirampog.
“Korban bertambah jadi tiga. Semua sudah ditemukan meninggal dunia,” ujar Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, pada media Minggu 9 November 2025 sore.
Tiga korban banjir bandang itu masing-masing adalah: Haikal Alfi,27, tahun, warga Desa Kalierang, Bumiayu, ditemukan tewas di selokan sekitar 100 meter dari lokasi setelah tersengat listrik saat banjir.
Suswoyo,26, tahun, warga Dukuh Igirmanis, Desa Igirklanceng, Kecamatan Sirampog, hanyut saat berkebun dan ditemukan warga pada Minggu 9 November 2025. Joni bin Duin,35, tahun, warga Desa Dawuhan, Sirampog, ditemukan meninggal dunia di bawah curug sungai pada Minggu siang. Ketiganya telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dampak banjir bandang juga dirasakan sektor pendidikan. Empat sekolah dasar di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, yakni SDN Kalierang 01, 02, 03, dan 04, hingga Senin 10 November 2025 masih lumpuh total.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Carida, kegiatan belajar di empat SD tersebut diliburkan selama dua hari, Senin dan Selasa. “Pasca banjir kondisi sekolah masih berantakan, lumpur menggenangi ruang kelas. Siswa yang datang kita libatkan bersih-bersih,” ujarnya.
Perabotan sekolah seperti meja dan kursi rusak serta terendam lumpur. Sebagian siswa dan guru bahu-membahu bersama BPBD dan Damkar membersihkan ruang kelas menggunakan semprotan air.
Data dari BPBD Brebes menunjukkan, di Kecamatan Bumiayu terdapat empat desa terdampak yakni Desa Penggarutan, Dukuhturi, Kalierang, dan Langkap. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 80 cm, bahkan sempat menutup jalan nasional yang menghubungkan Tegal–Purwokerto.
Akibatnya, arus lalu lintas di wilayah Bumiayu lumpuh total selama beberapa jam. Selain itu, tiga rumah warga dilaporkan roboh diterjang banjir.
Sementara di Kecamatan Sirampog, empat desa lainnya juga mengalami dampak serupa dengan sejumlah rumah terendam lumpur dan akses jalan putus.
BPBD Brebes bersama TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pembersihan dan pendataan kerusakan di lapangan. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih tinggi di wilayah Brebes selatan.