25,63 Hektar Lahan Pertanian di Bondowoso Rusak Diterjang Banjir Bandang
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapang) Bondowoso mencatat seluas 25,63 hektar lahan pertanian rusak diterjang banjir bandang yang terjadi pada Senin, 23 Desember 2024 lalu. Puluhan hektar lahan pertanian rusak ini tersebar di Desa Sulek, Jebung Kidul, Tlogosari, Jebung Lor, dan Trotosari.
"Rinciannya, 10,25 hektar di Desa Sulek, 14,5 hektar di Desa Jebung Kidul, 0,08 hektar di Desa Trotosari, 0,3 hektar di Desa Tlogosari, dan 0,5 hektar di Desa Jebung Lor. Semua lahan rusak ini ditanami padi, jagung, cabai, tomat, dan semangka," kata Kepala Dispertapang Bondowoso, Hendri Widotono, Sabtu 28 Desember 2024.
Selain merusak puluhan hektar lahan pertanian, menurut Hendri Widotono, banjir bandang itu juga mengakibatkan kerusakan saluran irigasi pertanian sepanjang lebih seribu meter. Saluran air irigasi ini mengaliri hampir 320 hektar lahan pertanian di Kecamatan Tlogosari.
"Kerusakan saluran irigasi pertanian sepanjang sekitar seribu meter ini berpotensi memengaruhi pertanian pada ratusan hektar lahan sawah dan hortikultura di Tlogosari. Kerusakan saluran irigasi ini kita data untuk nantinya dilakukan perbaikan," Hendri yang juga Plt Kepala Disnakkan Bondowoso itu.
Diinformasikan, banjir bandang menerjang 7 desa pada 2 kecamatan di Bondowoso, Senin 23 Desember 2024 menggenangi ratusan rumah warga dan 4 jembatan ambruk. Selain itu, lumpur dan material kayu dibawa banjir bandang juga merusak lahan pertanian pada 5 desa di Kecamatan Tlogosari.