Banjir Bandang dan Longsor di Tapanuli dan Sibolga, 25 Orang Meninggal Dunia
Sebanyak 25 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga Kamis 27 November 2025. Ribuan warga dari 11 daerah di Sumut mengungsi akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi mulai 24 hingga 26 November 2025.
Daerah yang mengalami bencana di antarana di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga dan daerah lainnya. Banjir dan tanah longsor membuat transportasi di daerah itu, lumpuh total, termasuk jaringan telepon dan internet terganggu.
Data di Polda Sumut menyebutkan, dari 25 orang itu, rinciannya, dari Tapanuli Selatan: 12 korban jiwa Tapanuli Tengah: 5 korban jiwa dan Kota Sibolga: 5 korban jiwa. Kawasan pantai barat jadi daerah terdampak paling parah. “Petugas berfokus mengevakuasi masyarakat ke tempat aman,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Ferry pada media dikutip Rabu 26 November 2025.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), banjir dan longsor melanda 11 kecamatan, yaitu Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Tumbuhan Angkola, dan Angkola Muaratais.
Tim BPBD Tapsel mencatat: 15 orang meninggal dunia, 3.000 kepala keluarga mengungsi, puluhan warga mengalami luka berat dan ringan dan sejumlah desa masih terisolasi. Sedangkan korban meninggal terdiri dari: 1 warga Sipirok, 1 warga Angkola Barat dan 13 warga Batangtoru.
Selain itu, satu warga Sipirok mengalami luka berat setelah hanyut terseret arus, sementara satu warga Angkola Barat terluka akibat tertimpa pohon tumbang. “Beberapa titik masih tergenang dan sulit dijangkau,” kata Kalaksa BPBD Tapsel, Zulkarnaen Siregar.
Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Evakuasi warga yang terjebak masih berlangsung di sejumlah titik, termasuk wilayah yang terisolasi akibat putusnya jembatan dan tertutupnya jalur antar desa.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai Selasa 25 November 2025, sembari menunggu finalisasi Surat Keputusan Bupati.
Banjir dan longsor dipicu hujan intensitas tinggi sejak Senin 24 November 2025, serta kondisi tanah labil di wilayah perbukitan. Pemerintah mengimbau warga di titik rawan agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Petugas terus melakukan pendataan, penyelamatan, dan distribusi bantuan darurat untuk warga yang terdampak.