Bangkalan Tingkatkan Ekspor Ubi Jalar ke Malaysia dan Singapura
Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus meningkatkan produksi ubi jalar guna memenuhi permintaan pasar ekspor ke Malaysia dan Singapura. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, Abu Said, menyatakan bahwa pihaknya akan menggenjot produksi baik dari segi kuantitas maupun luas lahan yang digunakan.
"Saat ini petani ubi jalar belum begitu serius dalam menanam ubi, tetapi hasilnya sudah cukup baik hingga bisa diekspor. Ini harus lebih ditingkatkan. Kami akan terus mendampingi petani agar produksinya meningkat karena pangsa pasarnya sudah jelas tersedia," ujarnya dikutip di laman rri, Jumat, 28 Februari 2028.
Saat ini, luas lahan yang aktif memproduksi ubi jalar di Bangkalan mencapai 3 hektare dengan produktivitas sekitar 15 ton per hektare. Sementara itu, terdapat 296 hektare lahan potensial yang telah dipetakan dan sesuai untuk pengembangan budidaya ubi jalar di wilayah tersebut.
"Permintaan ubi jalar di Malaysia sangat tinggi. Setidaknya, Pemkab Bangkalan harus bisa menyediakan 60 ton ubi per bulan. Kami juga berupaya meningkatkan produktivitas dari 15 ton per hektare menjadi 70 ton per hektare," tambah Said.
Bangkalan dikenal sebagai daerah penghasil berbagai varietas ubi jalar unggulan, seperti Ubi Sobih, Ubi Jepun, Ubi Cilembu, Ubi Ungu, Ubi Golden, dan Baby Potato. Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah melakukan ekspor berbagai jenis ubi tersebut ke Malaysia dan Singapura. Pelepasan kontainer pengiriman pertama dilakukan di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM), Kecamatan Labang, pada Jumat, 7 Februari 2025 lalu.
Acara pelepasan ekspor ini dihadiri oleh perwakilan PT. Sinergy Fresh Indonesia, organisasi perangkat daerah terkait, Kamar Dagang Indonesia, serta kelompok tani di Sentra IKM Bangkalan.
Sebelumnya Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie, menyebut ekspor ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan potensi komoditas pertanian di Bangkalan.
Menurut Arief, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Pemkab Bangkalan dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha muda dan Kamar Dagang Indonesia. Komoditas ubi jalar yang diekspor mencakup Ubi Jepun, Ubi Cilembu, Ubi Ungu, Ubi Golden, dan Baby Potato dengan total volume 24 ton. Dengan luas lahan produktif saat ini, Bangkalan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan ekspor sebanyak 2 hingga 3 kontainer per bulan.